Trump Telepon Netanyahu, Desak Israel Setop Serang Hizbullah

10 hours ago 10

Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut Israel dan milisi di Lebanon Hizbullah sepakat menghentikan pertempuran, usai pasukan Zionis menggempur negara tetangganya itu.

Trump mengatakan telah berbincang via telepon dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan mendapat jaminan Tel Aviv tak mengirim pasukan ke Beirut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tak akan ada pasukan yang dikirim ke Beirut, dan pasukan mana pun yang sedang dalam perjalanan sudah dipulangkan," kata Trump di media sosial Truth Social, Senin (1/6), dikutip Anadolu Agency.

Trump juga meminta Netanyahu tak melakukan serangan besar-besaran ke Beirut. Selain itu, Trump mengaku sudah melakukan percakapan yang sangat baik dengan perwakilan tinggi Hizbullah.

"Dan mereka sepakat semua penembakan akan dihentikan, bahwa Israel tak akan menyerang mereka, dan mereka tak akan menyerang Israel," kata dia.

Israel kembali menggempur habis-habisan Lebanon meski sepakat gencatan senjata pada 17 April dan diperpanjang hingga 45 hari. Jika dikalkulasikan, kesepakatan itu berakhir pada 1 Juni.

Netanyahu mengeklaim serangan tersebut dilakukan karena Hizbullah menyerang kota-kota dan warga Israel.

"Israel akan menyerang target teror di Beirut," kata Netanyahu.

Israel dan Hizbullah sebelumnya juga sempat gencatan senjata pada November 2024. Namun, pasukan Zionis berulang kali melanggar kesepakatan dengan terus menggempur Lebanon.

Serangan Israel ke Lebanon kali ini juga terjadi saat AS dan Iran sedang berusaha mencapai kesepakatan damai untuk mengakhiri perang yang sudah berlangsung sejak 28 Februari.

Dalam proposal Iran, mereka meminta AS dan sekutunya tak lagi menyerang Lebanon. Namun, tindakan Israel membuat murka Teheran dan berimbas ke pembekuan negosiasi damai.

(isa/dna)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Bisnis | Football |