Trump saat Dikit Lagi Capai Deal dengan Iran: Hello, Greenland!

13 hours ago 12

Jakarta, CNN Indonesia --

Greenland kembali menjadi perhatian Presiden Donald Trump ketika Amerika Serikat sedikit lagi diharapkan bisa mengakhiri perang yang berlangsung sejak 28 Februari lalu dengan Iran melalui kesepakatan.

Sebelum meluncurkan serangan gabungan dengan Israel ke Iran, Trump sempat membuat Denmark dan negara Eropa "kebakaran jenggot" karena berulang kali mengungkapkan niat membeli hingga mencaplok Greenland.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, isu ini sempat meredup ketika perhatian Trump terfokus pada perang AS ke Iran yang tampaknya tidak berjalan sesuai rencana sang presiden.

Ketika perang AS dan Iran "hampir rampung", Trump kembali mengungkit permasalahan dengan Greenland. Ia mengunggah gambar buatan AI dirinya pada 22 Mei yang memperlihatkan sosoknya yang raksasa tengah mengintip kawasan pegunungan di Greenland.

Foto itu lengkap dengan keterangan caption "Hello, Greenland!"

Hal ini terjadi ketika AS membuka konsulat baru dan mengirim utusan khusus ke wilayah Arktik yang dimiliki Denmark tersebut.

Potongan gambar akun Truth Social Presiden Donald TrumpPotongan gambar akun Truth Social Presiden Donald Trump Foto

Dikutip USA Today, sejak kembali berkuasa, Trump terus menjanjikan bahwa ia akan "mendapatkan" Greenland meski penduduk setempat dan sekutu Eropa lainnya bersikeras bahwa wilayah itu tidak untuk dijual.

Menurut laporan New York Times, selama empat bulan terakhir, para negosiator dari AS, Greenland, dan Denmark telah mendiskusikan masa depan pulau tersebut dalam upaya meredakan situasi.

"Kami mungkin tidak akan mendapatkan apa pun kecuali saya memutuskan menggunakan kekuatan dan tekanan berlebihan, di mana terus terang kami tidak akan bisa dihentikan, tetapi saya tidak akan melakukan itu," kata Trump pada Januari lalu saat Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss.

Para pendukung Trump menilai ada nilai strategis jika Greenland menjadi bagian dari AS mengingat lokasi geografisnya serta kekayaan minyak, uranium, dan mineral langka lainnya yang dimiliki wilayah tersebut.

Namun, menurut survei Pew Research Center yang dirilis awal tahun ini, warga Amerika tampaknya tidak terlalu tertarik dengan gagasan itu.

Survei tersebut menemukan 58 persen warga dewasa AS menolak pengambilalihan pulau itu, sementara 21 persen mendukung ide tersebut. Sekitar 20 persen lainnya menyatakan tidak yakin.

Peresmian konsulat baru di ibu kota Nuuk menjadi bagian dari upaya diplomatik selama sepekan yang juga diisi dengan kehadiran utusan khusus AS Jeff Landry, yang juga menjabat sebagai Gubernur Louisiana, dalam konferensi yang berfokus pada kawasan Arktik.

Ia mengatakan berada di Greenland untuk "mendengar dan belajar," serta bertemu dengan Perdana Menteri Greenland Jens-Frederik Nielsen dan Menteri Luar Negeri Mute Egede.

Ratusan warga Greenland dilaporkan berkumpul di luar konsulat baru AS untuk memprotes rencana ambisius Trump tersebut.

Sejumlah pemimpin di wilayah itu, seperti Pipaluk Lynge yang memimpin komite kebijakan luar negeri dan keamanan Greenland, mengatakan langkah-langkah pemerintah AS pekan ini merupakan "upaya jelas untuk memecah belah" warga Greenland di tengah negosiasi sensitif yang sedang berlangsung.

(rds)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Bisnis | Football |