Trump Ragukan Proposal Damai Iran, Sinyal Konflik Kembali Memanas

12 hours ago 16

Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan akan meninjau proposal perdamaian terbaru dari Iran, namun meragukan peluang kesepakatan tersebut dapat diterima.

Melansir AFP, Minggu (3/5), pernyataan itu muncul di tengah sinyal meningkatnya kembali ketegangan antara kedua negara, bahkan militer Iran menyebut konflik baru kemungkinan terjadi.

Media Iran, Tasnim dan Fars, melaporkan Teheran telah mengajukan proposal berisi 14 poin kepada Pakistan sebagai mediator. Proposal itu mencakup penghentian konflik di semua lini serta kerangka baru pengelolaan Selat Hormuz.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya akan segera meninjau rencana yang baru saja dikirim Iran kepada kami, tetapi saya tidak bisa membayangkan itu akan dapat diterima," kata Trump melalui platform Truth Social.

Ia menilai Iran belum "membayar harga yang cukup besar atas apa yang telah mereka lakukan terhadap kemanusiaan dan dunia selama 47 tahun terakhir."

Dalam pernyataan terpisah kepada wartawan di West Palm Beach, Florida, Trump juga tidak menutup kemungkinan aksi militer kembali dilakukan.

"Jika mereka berperilaku buruk, jika mereka melakukan sesuatu yang buruk, kita lihat saja. Itu kemungkinan yang bisa terjadi," ujarnya.

Konflik antara AS dan Iran yang dimulai sejak akhir Februari dengan keterlibatan Israel saat ini berada dalam jeda sejak 8 April, setelah satu putaran negosiasi damai di Pakistan gagal mencapai kesepakatan.

Dari pihak Iran, pejabat militer senior Mohammad Jafar Asadi menyebut peluang konflik kembali pecah cukup besar.

"Bukti menunjukkan bahwa Amerika Serikat tidak berkomitmen terhadap janji atau kesepakatan apa pun," ujarnya seperti dikutip Fars.

Sementara itu, Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi mengatakan keputusan kini berada di tangan Washington.

"Bola sekarang ada di tangan Amerika Serikat untuk memilih jalur diplomasi atau melanjutkan pendekatan konfrontatif," katanya, seraya menegaskan Iran siap menghadapi kedua opsi tersebut.

Di tengah ketegangan, isu program nuklir Iran kembali mencuat. Media AS Axios melaporkan utusan Trump, Steve Witkoff, meminta agar program nuklir Iran kembali dibahas dalam meja perundingan.

Misi Iran untuk PBB pun menuding AS bersikap "munafik" dengan tetap mempertahankan arsenal nuklir besar, sembari mengkritik ambisi nuklir Teheran.

Ketegangan juga berdampak pada ekonomi global. Iran masih menguasai jalur Selat Hormuz, yang menjadi rute sekitar 20 persen pasokan energi dunia, sementara AS memberlakukan blokade terhadap pelabuhan Iran. Akibatnya, harga minyak global melonjak sekitar 50 persen dibandingkan sebelum perang.

Di dalam negeri, tekanan ekonomi Iran semakin berat dengan inflasi menembus 50 persen dan ekspor minyak terganggu.

"Semua orang berusaha bertahan, tapi mereka mulai runtuh," ujar seorang warga Teheran kepada AFP.

Situasi keamanan di kawasan juga belum sepenuhnya mereda. Di Lebanon, militer Israel dilaporkan melancarkan serangan ke sejumlah target Hezbollah di wilayah selatan, meski kedua pihak sebelumnya telah menyepakati gencatan senjata terpisah.

Ketegangan yang terus berlanjut ini menandai ketidakpastian tinggi dalam upaya penyelesaian konflik di Timur Tengah.

(lau/mik)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Bisnis | Football |