Trump Minta Gedung Putih Diperkuat saat AS Perangi Iran

6 hours ago 8

Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Amerika Serikat Donald Trump masih minta perombakan Gedung Putih di tengah perang AS melawan Iran yang sudah menguras uang Negeri Paman Sam.

Militer AS dilaporkan tengah melakukan peningkatan fasilitas di kawasan Gedung Putih sebagai bagian dari pembangunan East Wing baru, pada Senin (30/3).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Trump sebelumnya menyatakan ballroom itu akan dibangun di atas kompleks pertahanan yang "sangat besar" dan diperkuat.

"Saat ini militer sedang membangun kompleks besar di bawah ballroom, yang baru terungkap baru-baru ini akibat gugatan hukum yang diajukan. Namun militer memang sedang membangun kompleks besar di bawah ballroom itu, dan proses konstruksi sedang berlangsung," kata Trump, dikutip Reuters.

"Ballroom itu pada dasarnya menjadi semacam pelindung bagi fasilitas yang dibangun di bawahnya ... termasuk perlindungan dari drone maupun ancaman lainnya."

Pernyataan itu muncul setelah Trump memberikan pembaruan terkait proyek ballroom Gedung Putih senilai US$400 juta (sekitar Rp6,8 triliun) yang akan menggantikan East Wing lama.

"Militer sedang melakukan sejumlah peningkatan pada fasilitas mereka di Gedung Putih, dan saya tidak memiliki kewenangan untuk memberikan rincian mengenai hal itu," ujar juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt.

Sehari sebelumnya, Minggu (29/3), Trump menunjukkan desain bangunan baru kepada wartawan di dalam pesawat Air Force One.

Dalam kesempatan itu, ia menyoroti sejumlah fitur keamanan, termasuk penggunaan kaca anti peluru dan atap yang dirancang tahan terhadap serangan drone.

Ballroom seluas 90.000 kaki persegi itu akan menggantikan East Wing yang diperintahkan Trump untuk dihancurkan pada Oktober.

Ruang baru itu dirancang mampu menampung 1.000 orang dan disebut sebagai pembaruan yang diperlukan untuk menggantikan fasilitas penerimaan tamu di alamat 1600 Pennsylvania Avenue Northwest yang dinilai sempit dan sudah usang.

Di bawah bangunan lama itu sebelumnya terdapat Presidential Emergency Operations Center, yaitu bunker darurat bagi presiden dalam situasi krisis.

Pembongkaran East Wing memicu kritik dari anggota parlemen, sejarawan, serta kelompok pelestari bangunan, dan juga menghadapi gugatan hukum yang masih berlangsung.

Para pengkritik menilai keputusan itu diambil tanpa melalui peninjauan federal maupun konsultasi publik, serta mempertanyakan dampaknya terhadap nilai historis Gedung Putih.

National Capital Planning Commission, salah satu dari dua lembaga federal yang harus memberikan persetujuan proyek ini, dijadwalkan melakukan pemungutan suara terkait perubahan itu pada Kamis mendatang.

(rnp/bac)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Bisnis | Football |