Ramai-ramai Negara Kecam Serangan Tewaskan 3 Prajurit TNI di Lebanon

12 hours ago 12
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Berbagai negara dari Asia hingga Eropa kompak mengecam serangan yang menewaskan tiga prajurit TNI di Lebanon selatan.

Tiga personel TNI yang bertugas di pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL) tewas dalam dua serangan dalam kurun 24 jam.

Serangan pertama terjadi pada Minggu (29/3) di pos unit Indonesia di desa Adchit Al Qusayr yang menewaskan Praka Farizal Rhomadhon.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Serangan kedua terjadi pada Senin (30/3) saat kendaraan pasukan Indonesia melintas di dekat Bani Hayyan. Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan gugur dalam insiden tersebut.

Serangan ini juga melukai sejumlah personel, dengan rincian tiga terluka dalam serangan pada Minggu dan dua lainnya terluka dalam serangan pada Senin.

Berikut negara-negara yang mengecam keras serangan yang menewaskan prajurit TNI sekaligus personel UNIFIL tersebut.

Malaysia

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Malaysia mengutuk serangan terhadap UNIFIL yang menewaskan dan melukai personel TNI.

Dalam pernyataan pada Selasa (31/3), Kemlu Malaysia juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan pemerintah Indonesia.

Kemlu Malaysia menekankan bahwa setiap serangan terhadap misi perdamaian adalah pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional dan resolusi Dewan Keamanan PBB 1701.

"Malaysia menyerukan kepada semua pihak untuk sepenuhnya mematuhi kewajiban berdasarkan hukum internasional, termasuk pelaksanaan Reoslusi Dwan Keamanan PBB 1701 (2006) dan resolusi PBB terkait lainnya, untuk memastikan keselamatan pasukan penjaga perdamaian PBB dan perlindungan warga sipil serta infrastruktur sipil," demikian pernyataan Kemlu Malaysia, seperti dikutip New Straits Times.

Australia

Senator Australia Penny Wong juga mengutuk "pembunuhan" tiga personel TNI yang bertugas di UNIFIL. Ia menegaskan serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian tidak bisa diterima.

"Serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian PBB tidak bisa diterima. Kami mengutuk pembunuhan tiga personel Indonesia yang bertugas di PBB di Lebanon," tulis Wong dalam unggahan di media sosial X.

[Gambas:Twitter]

Wong turut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga, kolega, serta pemerintah Indonesia atas peristiwa ini.

"Kami mendukung seruan Indonesia untuk penyelidikan menyeluruh," tulis Wong.

China

Kemlu China juga mengutuk keras serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian di Lebanon yang merupakan TNI.

Juru bicara Kemlu China Mao Ning menyebut setiap serangan yang disengaja terhadap pasukan penjaga perdamaian merupakan pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional dan resolusi DK PBB 1701.

"Serangan semacam itu sama sekali tidak dapat diterima dan harus segera dihentikan. China mendesak pihak-pihak yang berkonflik untuk meredakan ketegangan dan mengambil langkah-langkah konkret untuk memastikan keselamatan pasukan penjaga perdamaian PBB," ujar Mao Ning dalam press briefing, Senin (30/3).

Mao tak ketinggalan menyampaikan belasungkawa mendalam atas korban jiwa maupun luka dalam insiden ini.

Korea Selatan

Kemlu Korea Selatan pada Selasa juga mengutuk semua tindakan yang mengancam pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon.

Kemlu Korsel menyampaikan keprihatinan mendalam atas gugurnya prajurit TNI di Lebanon selatan.

"Kami menyampaikan keprihatinan mendalam atas korban jiwa baru-baru ini di antara personel Indonesia yang bertugas di Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL)," kata juru bicara Kemlu Korsel Park Il dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip Yonhap.

"Kami mengutuk keras semua tindakan yang mengancam keselamatan dan keamanan UNIFIL, termasuk Unit Dongmyeong," lanjutnya.

Kemlu Korsel menegaskan serangan terhadap UNIFIL merupakan pelanggaran hukum humaniter internasional dan resolusi DK PBB. Korsel lantas mendesak agar pihak-pihak terkait mematuhi sepenuhnya kewajiban ini "dalam setiap keadaan."

India

India juga mengutuk serangan mematikan terhadap pasukan UNIFIL di Lebanon selatan.

Perwakilan Tetap India untuk PBB pada Senin (30/3) menyerukan semua pihak untuk memastikan keselamatan dan keamanan personel PBB yang ditempatkan di zona konflik, demikian dilaporkan News18.

Irlandia

Menteri Pertahanan Irlandia Helen McEntee juga menyampaikan kutukan keras terhadap serangan yang menewaskan personel UNIFIL dari Indonesia.

Ia menyebut insiden-insiden ini menunjukkan peningkatan eskalasi konflik yang sangat mengkhawatirkan.

"Saya mengutuk keras serangan terhadap personel UNIFIL Indonesia selama 24 jam terakhir," tulisnya di media sosial X.

"Saya turut berduka dan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga, teman, dan kolega mereka. Saya juga berharap mereka yang terluka segera pulih sepenuhnya," lanjutnya.

[Gambas:Twitter]

McEntee menambahkan personel yang bertugas di bawah bendera PBB bekerja demi mewujudkan perdamaian dan stabilitas. Insiden-insiden terhadap prajurit TNI menurutnya merupakan serangan terhadap prinsip-prinsip perdamaian, kerja sama, dan soldaritas internasional itu sendiri.

"Tidak ada solusi militer untuk konflik ini. Kekerasan harus diakhiri," tegasnya.

Latvia

Perwakilan Tetap Latvia untuk PBB juga menyampaikan belasungkawa terdalam kepada Indonesia atas gugurnya tiga personel TNI yang bertugas di Lebanon.

"Kami menyampaikan simpati kepada keluarga korban dan mendoakan kesembuhan yang cepat bagi korban luka," demikian pernyataan perwakilan Latvia di X.

Latvia juga mengutuk semua bentuk serangan terhadap UNIFIL. Latvia menegaskan keselamatan pasukan penjaga perdamaian tidak bisa ditawar berdasarkan hukum internasional.

"Mereka yang bertanggung jawab harus dimintai pertanggungjawaban," pungkas perwakilan Latvia.

Belgia

Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Belgia Maxime Prevot juga menyampaikan "kecaman terkeras" atas serangan terhadap prajurit TNI di Lebanon dan solidaritas penuh kepada Indonesia.

Dalam unggahan di X, Prevot mengatakan serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian merupakan "pelanggaran berat hukum internasional dan dapat dianggap sebagai kejahatan perang."

"Harus ada pertanggungjawaban. Lebanon butuh de-eskalasi," tulisnya.

Spanyol

Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez juga mengutuk keras serangan ini. Melalui unggahan di media sosial X, Sanchez menyerukan pemerintah Israel untuk menghentikan permusuhan.

"Spanyol mengutuk keras peristiwa ini. Spanyol menuntut agar asal usul proyektil tersebut diklarifikasi. Dan Spanyol menyerukan kepada pemerintah Israel untuk menghentikan permusuhan," tulis Sanchez, dikutip dari Anadolu Agency.

Sanchez menekankan serangan terhadap misi perdamaian PBB adalah "agresi yang tidak dapat dibenarkan terhadap seluruh komunitas internasional."

(blq/bac)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Bisnis | Football |