Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) buka suara mengenai penolakan sejumlah nelayan terhadap kapal yang diduga jenis trawl atau pukat harimau di Merauke, Papua Selatan. KKP memastikan operasionalnya tidak mengganggu tangkapan nelayan tradisional.
Direktur Jenderal Perikanan Tangkap, Lotharia Latif, menerangkan kapal yang ramai ditolak oleh nelayan di Merauke bukanlah berjenis trawl atau pukat harimau yang telah jelas dilarang. Namun, itu merupakan kapal jenis Jaring Hela Udang Berkantong (JHUB). Operasional kapal jenis ini juga dibatasi ketat.
“Pengoperasian kapal dengan alat tangkap JHUB hanya diperbolehkan di wilayah tertentu yang telah ditetapkan secara jelas dalam peta dan titik koordinat. Hal ini untuk memastikan tidak terjadi tumpang tindih dengan wilayah tangkap nelayan kecil,” kata Latif dalam keterangan resmi, Minggu, 26 April 2026.
Ramai di media sosial ratusan nelayan menolak dua kapal yang baru tiba di Merauke. Nelayan menduga keduanya merupakan kapal trawl atau pukat harimau yang dilarang. Nelayan juga khawatir pengoperasiannya bisa mengganggu hasil tangkapan nelayan.
Latif menjelaskan, jenis kapal tangkap ikan telah diatur dalam Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 36 Tahun 2023 tentang Penempatan Alat Penangkapan Ikan dan Alat Bantu Penangkapan Ikan di Zona Penangkapan Ikan Terukur dan Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia. Kapal trawl jelas dilarang dalam aturan tersebut karena berpotensi mengganggu sumber daya di laut.
“Sedangkan Jaring Hela Udang Berkantong (JHUB) dalam aturan tersebut merupakan alat tangkap yang diperbolehkan, dengan spesifikasi yang berbeda dan telah diatur secara ketat agar tidak merusak sumber daya maupun mengganggu alat tangkap lainnya,” jelas dia.
Artikel Penjelasan KKP Soal Heboh Nelayan Tolak Kapal Trawl di Merauke menyita perhatian pembaca di Kanal Bisnis Liputan6.com pada Minggu, 26 April 2026. Ingin tahu artikel terpopuler lainnya di Kanal Bisnis Liputan6.com? Berikut tiga artikel terpopuler di Kanal Bisnis Liputan6.com yang dirangkum pada Senin, (27/4/2026):
1. Penjelasan KKP Soal Heboh Nelayan Tolak Kapal Trawl di Merauke
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) buka suara mengenai penolakan sejumlah nelayan terhadap kapal yang diduga jenis trawl atau pukat harimau di Merauke, Papua Selatan. KKP memastikan operasionalnya tidak mengganggu tangkapan nelayan tradisional.
Direktur Jenderal Perikanan Tangkap, Lotharia Latif, menerangkan kapal yang ramai ditolak oleh nelayan di Merauke bukanlah berjenis trawl atau pukat harimau yang telah jelas dilarang. Namun, itu merupakan kapal jenis Jaring Hela Udang Berkantong (JHUB). Operasional kapal jenis ini juga dibatasi ketat.
“Pengoperasian kapal dengan alat tangkap JHUB hanya diperbolehkan di wilayah tertentu yang telah ditetapkan secara jelas dalam peta dan titik koordinat. Hal ini untuk memastikan tidak terjadi tumpang tindih dengan wilayah tangkap nelayan kecil,” kata Latif dalam keterangan resmi, Minggu, 26 April 2026.
Ramai di media sosial ratusan nelayan menolak dua kapal yang baru tiba di Merauke. Nelayan menduga keduanya merupakan kapal trawl atau pukat harimau yang dilarang. Nelayan juga khawatir pengoperasiannya bisa mengganggu hasil tangkapan nelayan.
Latif menjelaskan, jenis kapal tangkap ikan telah diatur dalam Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 36 Tahun 2023 tentang Penempatan Alat Penangkapan Ikan dan Alat Bantu Penangkapan Ikan di Zona Penangkapan Ikan Terukur dan Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia. Kapal trawl jelas dilarang dalam aturan tersebut karena berpotensi mengganggu sumber daya di laut.
“Sedangkan Jaring Hela Udang Berkantong (JHUB) dalam aturan tersebut merupakan alat tangkap yang diperbolehkan, dengan spesifikasi yang berbeda dan telah diatur secara ketat agar tidak merusak sumber daya maupun mengganggu alat tangkap lainnya,” jelas dia.
2. Meneropong Prospek Rupiah terhadap Dolar AS Senin 27 April 2026
Nilai tukar rupiah diperkirakan bergerak fluktuatif terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dengan kecenderungan melemah pada perdagangan Senin, 27 April 2026. Mata uang rupiah diproyeksikan berada di kisaran 17.220–17.260 per dolar AS, dengan rentang pergerakan mingguan di level 17.180 hingga 17.400.
"Untuk perdagangan Senin, 27 April 2026 mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah direntang Rp 17.220 - Rp 17.260. Rupiah untuk sepekan di range Rp 17.180 - 17.400," kata Pengamat Ekonomi, Mata Uang, dan Komoditas, Ibrahim Assu’aibi, kepada Liputan6.com, Minggu (26/4/2026).
Ia menilai, tekanan terhadap rupiah masih cukup kuat, terutama dipicu oleh meningkatnya ketidakpastian global yang berasal dari konflik geopolitik.
Sebelumnya, pada penutupan perdagangan Jumat, 24 April 2026, rupiah justru mencatat penguatan sebesar 57 poin ke level Rp 17.229 per dolar AS, setelah sempat melemah 10 poin. Posisi ini lebih baik dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp 17.286 per dolar AS.
"Pada penutupan perdagangan Jumat, 24 April 2026, mata uang rupiah ditutup menguat 57 point sebelumnya sempat melemah 10 point di level Rp 17.229 dari penutupan sebelumnya di level Rp 17.286.
3. Biaya Hidup Makin Mahal, Anak Muda di Amerika Serikat Kurangi Frekuensi Kencan
Kencan kini dinilai lebih banyak berkaitan dengan keuangan ketimbang romantisme bagi banyak anak muda Amerika Serikat (AS) lantaran biaya hidup yang semakin meningkat. Hal itu berdasarkan survei yang digelar BMO Financial Group.
Mengutip CNBC, ditulis Minggu (26/4/2026), dari survei kepada warga AS yang lajang mengurangi frekuensi kencan dan memilih aktivitas yang lebih murah karena biaya hidup yang meningkat. Demikian berdasarkan BMO Financial Group’s 2026 BMO Real Financial Progress Index. Bank itu melakukan survei terhadap 2.501 orang dewasa pada akhir Desember-Januari.
Selain itu, 48% dari generasai Z dan 40% dari milenial yang disurvei menuturkan, biaya kencan yang tinggi menghalangi mereka untuk mencapai tujuan keuangan.
Satu kali kencan rata-rata menghabiskan biaya USD 250 atau Rp 4,31 juta (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 17.250) untuk generasi Z. Sedangkan generasi milenial sekitar USD 252 atau Rp 4,34 juta, demikian berdasarkan temuan BMO.
Hampir separuh dari mereka yang lajang, 47%, mengatakan kencan tidak sepadan dengan biayanya, menurut survei tersebut.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5567533/original/041820600_1777286274-WhatsApp_Image_2026-04-27_at_16.31.25.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5567528/original/089697100_1777285736-958c628a-f691-40b1-b5d8-55dbc010d171.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5511551/original/045597200_1771912531-SPPG.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5567052/original/049233300_1777263760-1000301300.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5567262/original/056078100_1777272134-IMG-20260427-WA0002__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5567025/original/089036500_1777263631-1000301139.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3975040/original/077790600_1648205648-20220325-Harga-emas-pegadaian-naik-ANGGA-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5566975/original/024041200_1777262351-IMG-20260427-WA0001.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3314597/original/073889600_1606993116-20201203-Kementan-Targetkan-8_2-Juta-Hektare-Sawah-untuk-20-Juta-Ton-Beras-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5164410/original/026128600_1742177549-IMG-20250317-WA0012__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5472766/original/082116700_1768375313-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5567041/original/032960100_1777263651-1000301141.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5567063/original/030762600_1777264114-8d50bd85-0352-41a8-8355-0204869e23d0.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4881567/original/061423100_1719967228-fotor-ai-2024070373734.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3975039/original/078300400_1648205647-20220325-Harga-emas-pegadaian-naik-ANGGA-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5563532/original/083842700_1776904085-AP26108447222186.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4611757/original/082738000_1697423888-view-unrecognizable-businessman-leaving-office-after-losing-his-job.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522304/original/046186800_1772753122-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4013695/original/083702900_1651632388-000_329D9V2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5472767/original/057429900_1768375315-2.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5361596/original/000746300_1758788384-eliano.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3324618/original/083189900_1608026626-20201215-Harga-emas-terus-turun-ANGGA-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5494532/original/088044000_1770295769-0L5A4471.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5473020/original/097246400_1768383522-1000205954.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4156441/original/068897800_1663062670-Emas5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5482252/original/052974900_1769168891-publikasi_1769163600_69734b50b3a7d.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467577/original/035269700_1767923184-AP26008792900594.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3149800/original/042221500_1591853664-20200611-Harga-Emas-Antam-Naik-ANGGA-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468956/original/040478600_1768038807-Al-Nassr_Cristiano_Ronaldo-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479679/original/084946100_1768985177-WhatsApp_Image_2026-01-21_at_15.06.31.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5283039/original/033440500_1752499728-000_36WX98V.jpg)

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5483248/original/002237600_1769348730-alwi_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5484453/original/024648100_1769429500-tom4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3291093/original/097460500_1604903000-20201109-Donald-Trump-Kalah-Pilpres-AS_-Rupiah-Menguat-7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4702242/original/020445800_1703907385-000_349828W.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5325417/original/070038100_1755978346-AP25235673218519.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5482923/original/084488100_1769287691-virgil_van_dijk_semangat_bournemouth_liverpool_ap_ian_walton.jpg)