Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp 16.000, Mau Beli?

12 hours ago 14

Liputan6.com, Jakarta - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) atau harga emas Antam hari ini turun Rp 16.000 per gram jika dibandingkan dengan perdagangan sebelumnya.

Mengutip laman logammulia.com, Senin (27/4/2026), harga emas antam dipatok Rp 2.809.000 per gram, sedangkan pada perdagangan sebelumnya, harga emas Antam di level Rp 2.825.000 per gram.

Demikian juga dengan harga buyback emas Antam ikut turun. Harga buyback emas Antam hari ini Rp 2.620.000 per gram.

Untuk diketahui, harga buyback ini adalah jika Anda akan menjual emas, Antam akan membelinya di harga Rp 2.620.000 gram.

Sebagai informasi, harga emas Antam mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah pada Kamis 29 Januari 2026 di harga Rp 3.168.000 per gram. Sedangkan harga buyback emas Antam di angka Rp 2.989.000 per gram.

Informasi mengenai harga emas Antam ini bersumber dari situs resmi Logam Mulia, unit bisnis PT Aneka Tambang Tbk. Dengan demikian, data yang disajikan memiliki akurasi dan kredibilitas yang tinggi bagi publik.

Daftar Harga Emas Antam

Berikut daftar harga emas Antam hari ini Senin, 27 April 2026:

Harga emas 0,5 gram: Rp 1.545.500

Harga emas 1 gram: Rp 2.809.000

Harga emas 2 gram: Rp 5.558.000

Harga emas 3 gram: Rp 8.312.000

Harga emas 5 gram: Rp 13.820.000

Harga emas 10 gram: Rp 27.585.000

Harga emas 25 gram: Rp 68.837000

Harga emas 50 gram: Rp 137.595.000

Harga emas 100 gram: Rp 275.112.000

Harga emas 250 gram: Rp 687.515.000

Harga emas 500 gram: Rp 1.374.820.000

Harga emas 1.000 gram: Rp 2.749.600.000.

Prediksi Harga Emas Dunia Pekan Ini saat Geopolitik Global Masih Membayangi

Analis memprediksi harga emas pekan ini kembali menguji level support. Pergerakan harga emas dunia akan dipengaruhi kekhawatiran inflasi karena harga minyak dunia yang melonjak. Pada pekan ini, ada sejumlah sentimen yang akan pengaruhi harga emas.

Mengutip Kitco, ditulis Senin (26/4/2026), harga emas meski terus di level support USD 4.700 per ounce, pasar tetap stagnan, tidak mampu menembus di atas USD 4.800 per ounce pada pekan lalu. Hal ini karena ketidakpastian geopolitik terus menguntungkan dolar Amerika Serikat sebagai aset safe haven.

16 analis berpartisipasi dalam Survei Emas Kitco News dengan sentimen wall street seimbang seperti  yang terjadi sebelumnya di tengah kurangnya arah yang jelas.

Lima analis atau 31% memprediksi harga emas berpeluang naik pada pekan ini. Sedangkan lima lainnya memperkirakan penurunan harga emas. Enam analis lainnya memprediksi harga emas alami konsolidasi.

Sementara itu, 16 suara diberikan dalam jajak pendapat daring Kitco, dengan sentimen investor main street sama-sama tidak pasti. Enam pelaku pasar ritel atau 38% memprediksi harga emas naik pekan ini. Sedangkan lima lainnya atau 31% memperkirakan logam mulia akan turun. Lima investor lainnya yang mewakili 31% dari total memperkirakan harga emas mendatar.

Bersamaan dengan ketidakpastian yang terus berlanjut seputar gencatan senjata dan negosiasi perdamaian di Timur Tengah, beberapa analis menuturkan, harga emas dapat menguji kembali level support yang lebih luas pekan ini. Hal itu karena harga minyak yang lebih tinggi juga memicu kekahwatiran inflasi, yang dapat memaksa the Federal Reserce (the Fed) untuk mempertahankan kebijakan moneter ke depan.

“Karena kekhawatiran akan guncangan inflasi meningkat, bank sentral kemungkinan akan mempertahankan suku bunga atau menaikkannya ke depan,” ujar Senior Market Analyst FXTM, Lukman Otunuga.

“Realitas yang agresif ini merupakan kabar buruk bagi emas yang tidak memberikan imbal hasil meskipun sentimen risk-off,” ia menambahkan.

Harga Emas secara Teknikal

Ia menuturkan, kekacauan dan ketidakpastian seputar konflik Iran yang berlangsung telah menghilangkan harapan the Fed untuk memangkas suku bunga pada 2026. Otunuga prediksi, suku bunga akan tetap pada April dan Ketua The Fed Jerome Powell menjadi sorotan.

“Dari sisi teknikal, harga kembali di bawah SMA 100 hari. Penutupan mingguan di bawah titik ini dapat membuka jalan menuju USD 4.600 dan USD 4.450. Jika harga tetap di atas USD 4.700, pasar bullish dapat menargetkan SMA 50 hari di USD 4.870 dan USD 4.900,” ia menambahkan.

Menjelang pertemuan the Federal Reserve (the Fed) pekan ini, perkiraan pasar seputar kebijakan moneter the Fed sangat fluktuatif karena gejolak ekonomi dan geopolitik. Bulan lalu, pasar sebenarnya mulai melihat kemungkinan kecil kenaikan suku bunga pada akhir tahun.

Namun, skenario yang tidak mungkin itu telah diperhitungkan, dan sekarang pasar bergeser antara apakah Federal Reserve akan memangkas suku bunga atau tidak. Sebelumnya, pasar melihat peluang 50:50 untuk pemangkasan suku bunga pada akhir tahun. Namun, kini pasar melihat peluag pelonggaran kebijakan moneter kurang dari 40%. 

Fokus Investor

Sementara itu, Head of Commodity Strategy Saxo Bank, Ole Hansen menuturkan, meski harga emas tetap terjebak dalam kisaran USD 4.650 dan USD 4.850 per ounce, pasar tetap berada pada posisi untuk memanfaatkan fundamental jangka panjang yang solid.

Ole Hansen menuturkan, ketua the Fed Jerome Powell kemungkinan besar tidak akan signifikan mengubah pendiriannya selama ekonomi AS terus menunjukkan ketahanan, meskipun dengan kecepatan yang moderat.

Ia menilai, hal yang lebih mengkhawatirkan adalah lintasan keuangan publik AS seiring tekanan fiskal meningkat yang didorong oleh pembayaran terkait tarif dan pengeluaran militer yang tinggi sehingga menambah beban utang yang cukup besar.

“Ke depan, alasan mendasar emas tetap utuh. Setelah ketegangan geopolitik seputar Iran mulai mereda, fokus investor kemungkinan akan kembali pada pendorong struktural yang mendukung reli emas baru-baru ini,” ujar dia.

Logam mulia meski sempat bertahan di level support awal USD 4.700, tren kenaikan selama empat minggu terakhir telah berakhir. Harga emas spot terakhir diperdagangkan di USD 4.716 per ounce, turun lebih dari 2% sejak Jumat pekan lalu.

Read Entire Article
Bisnis | Football |