Top 3: Harga Emas Diprediksi Masih Tertekan

22 hours ago 12

Liputan6.com, Jakarta - Prospek harga emas dalam jangka pendek masih dibayangi ketidakpastian. Survei mingguan Kitco News menunjukkan analis Wall Street maupun investor ritel di Main Street belum memiliki pandangan yang sama mengenai arah pergerakan logam mulia pada pekan ini.

Perbedaan pendapat itu muncul setelah harga emas gagal keluar dari fase konsolidasi dan masih tertekan oleh penguatan dolar AS serta tingginya imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat.

Dalam survei yang melibatkan 13 analis Wall Street, dikutip dari Kitco, Senin, 13 Juli 2026, sebanyak lima responden atau 38% memperkirakan harga emas akan naik pada pekan ini. Sementara tiga analis atau 23% memprediksi harga emas akan melemah. Adapun lima analis lainnya atau 38% memilih bersikap netral dan memperkirakan harga emas bergerak mendatar.

Hasil yang hampir serupa juga terlihat dari jajak pendapat terhadap investor ritel. Dari 282 responden, sebanyak 117 orang atau 42% memperkirakan harga emas akan naik, sedangkan 108 responden atau 38% memprediksi harga emas turun. Sisanya, 20%, memperkirakan harga emas masih bergerak dalam fase konsolidasi.

Artikel Harga Emas Diprediksi Masih Tertekan, Simak Level Support dan Resistance menyita perhatian pembaca di Kanal Bisnis Liputan6.com pada awal pekan ini. Ingin tahu artikel terpopuler lainnya di Kanal Bisnis Liputan6.com? Berikut tiga artikel terpopuler di Kanal Bisnis Liputan6.com yang dirangkum pada Selasa, (13/7/2026):

1. Harga Emas Diprediksi Masih Tertekan, Simak Level Support dan Resistance

Prospek harga emas dalam jangka pendek masih dibayangi ketidakpastian. Survei mingguan Kitco News menunjukkan analis Wall Street maupun investor ritel di Main Street belum memiliki pandangan yang sama mengenai arah pergerakan logam mulia pada pekan ini.

Perbedaan pendapat itu muncul setelah harga emas gagal keluar dari fase konsolidasi dan masih tertekan oleh penguatan dolar AS serta tingginya imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat.

Dalam survei yang melibatkan 13 analis Wall Street, dikutip dari Kitco, Senin, 13 Juli 2026, sebanyak lima responden atau 38% memperkirakan harga emas akan naik pada pekan ini. Sementara tiga analis atau 23% memprediksi harga emas akan melemah. Adapun lima analis lainnya atau 38% memilih bersikap netral dan memperkirakan harga emas bergerak mendatar.

Hasil yang hampir serupa juga terlihat dari jajak pendapat terhadap investor ritel. Dari 282 responden, sebanyak 117 orang atau 42% memperkirakan harga emas akan naik, sedangkan 108 responden atau 38% memprediksi harga emas turun. Sisanya, 20%, memperkirakan harga emas masih bergerak dalam fase konsolidasi.

Berita selengkapnya baca di sini

2. Prabowo: Koperasi Desa Merah Putih akan Salurkan Kredit Super Mikro Berbunga 8%

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) akan menjadi pusat pelayanan ekonomi desa yang terintegrasi, termasuk menyalurkan kredit skala mikro dengan bunga menarik.

Hal tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri Puncak Peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 yang mengusung tema "Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya" di Indonesia Arena, Jakarta, Minggu, 12 Juli 2026.

Prabowo menjelaskan, KDKMP nantinya tidak hanya akan berperan sebagai koperasi simpan pinjam yang dananya bersumber dari simpanan anggota, tetapi juga akan menyediakan layanan kredit mikro dan super mikro.

"Koperasi nanti tidak hanya untuk simpan pinjam, tapi nanti akan ada gerai simpan pinjem kredit yang murah, kredit mikro dan kredit super mikro," ujar Prabowo.

Ia mengatakan bahwa salah satu fasilitas pembiayaan yang akan tersedia di KDKMP adalah kredit tanpa agunan Mekaar. Melalui skema tersebut, masyarakat dapat mengakses pembiayaan dengan bunga sebesar 8% per tahun.

Berita selengkapnya baca di sini

3. Prabowo Sebut Koperasi Desa Merah Putih akan Ciptakan Perputaran Uang Rp 223 Triliun

Presiden Prabowo Subianto menyebut program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) akan menciptakan perputaran uang sebesar Rp 223 triliun per tahun di desa-desa sekaligus memperkuat perekonomian rakyat. KDKMP juga akan menjadi pusat penyaluran barang-barang subsidi agar lebih tepat sasaran.

“Kita proyeksikan KDKMP bisa meningkatkan kesejahteraan rakyat sebesar Rp 223 triliun tiap tahun akan beredar di desa-desa. Tidak keluar, akan beredar di desa-desa,” kata Prabowo dalam pidatonya memperingati Hari Koperasi Nasional ke-79 yang digelar di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta, Minggu (12/7/2026).

Presiden menegaskan bahwa KDKMP akan menjadi pusat layanan ekonomi desa, termasuk sebagai jalur utama penyaluran seluruh barang subsidi yang telah ditetapkan pemerintah.

Melalui mekanisme tersebut, pemerintah menargetkan penyaluran subsidi menjadi lebih tepat sasaran sekaligus menutup celah penyelewengan, termasuk penyelundupan barang subsidi ke luar negeri. “Semua barang subsidi harus disalurkan kepada rakyat melalui Koperasi Desa Merah Putih. Harus! saya katakan ini harus,” tegas Prabowo.

Program KDKMP yang dicanangkan pemerintahan Presiden Praboowo bertujuan membangun ekosistem koperasi modern berbasis digital di tingkat desa. Program ini difokuskan untuk memperkuat perekonomian desa melalui ketahanan pangan, layanan simpan pinjam, serta layanan kesehatan.

Berita selengkapnya baca di sini

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Read Entire Article
Bisnis | Football |