Tim Impian Chelsea Era Xabi Alonso: 3-4-3 dengan 4 Wajah Baru

6 hours ago 7

Liputan6.com, Jakarta - Chelsea memasuki musim 2026/2027 di bawah komando Xabi Alonso dengan kontrak empat tahun. Arah permainan The Blues mengerucut ke formasi tiga bek, sementara empat rekrutan diproyeksikan langsung mengisi tim utama.

Fleksibilitas taktik menjadi ciri Alonso. Ia akrab dengan 4-3-3 saat melatih di Spanyol, tetapi meraih hasil lebih kuat lewat 3-4-3 ketika berkarier di Jerman. Pada pramusim, ia sempat mencoba 4-2-3-1 sebelum kembali mengarah ke skema tiga bek, mengutip Planet Football.

Jika 3-4-3 yang dipilih, susunan inti Chelsea diperkirakan menempatkan Robert Sanchez di bawah mistar dan Joao Pedro sebagai ujung tombak, disokong komposisi baru di belakang serta dua gelandang inti.

Sanchez Dipercaya, Lacroix Masuk Trio Bek

Pos penjaga gawang masih mengarah ke Robert Sanchez. Mike Penders kini menjadi pelapis, sementara Filip Jorgensen dipinjamkan ke Strasbourg dan mengambil tempat yang sebelumnya ditempati Penders sebagai pemain pinjaman.

Sanchez sempat menunjukkan performa apik pada beberapa periode, meski belum sepenuhnya meyakinkan semua pihak. Di sisi lain, Penders yang baru berusia 21 tahun dinilai masih butuh waktu untuk siap menghadapi tekanan di Stamford Bridge. Karena itu, Sanchez diperkirakan tetap starter pada awal musim.

Untuk kebutuhan kedalaman bek dalam skema tiga bek, Chelsea memenangkan persaingan merekrut Maxence Lacroix dari Crystal Palace dengan biaya 52 juta poundsterling. Bek asal Prancis itu tampil impresif bersama Palace dan pernah berhadapan dengan Alonso di Bundesliga saat membela Wolfsburg.

Di jantung pertahanan, Wesley Fofana dan Tosin Adarabioyo sama-sama dicoba sebagai bek tengah dalam pramusim. Fofana tampil paling menonjol dan berpeluang mengamankan peran yang sebelumnya dipegang Jonathan Tah di Bayer Leverkusen, yang kini bermain untuk Bayern Munchen.

Persaingan di sisi kiri diisi Levi Colwill dan Jorrel Hato. Hato membukukan 22 penampilan Premier League pada musim debutnya dan di usia 20 tahun berpeluang mendapat porsi lebih besar jika mampu memenuhi potensinya. Untuk saat ini, Chelsea lebih percaya diri pada Colwill, dengan catatan ia memulihkan kondisi fisiknya usai cedera ACL yang membuatnya absen hampir sepanjang musim lalu.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Marco Palestra menjadi rekrutan pertama era Alonso. Setelah musim terobosan bersama Cagliari sebagai pinjaman dari Atalanta, sang wing-back 21 tahun dijual permanen dan dinobatkan sebagai bek terbaik Serie A musim lalu. Kenyamanan bermain sebagai wing-back membuatnya cocok dengan kebutuhan 3-4-3, meski adaptasi ke ekspektasi besar di Chelsea akan menjadi tantangan. Di kiri, kepergian Marc Cucurella ke Real Madrid memaksa Chelsea mencari nama baru. Jika memakai empat bek, Jorrel Hato bisa turun sebagai bek kiri. Namun pada sistem tiga bek, Hato dinilai kurang sesuai untuk peran wing-back. The Blues akhirnya merekrut Pep Chavarria dari Rayo Vallecano setelah pengejaran panjang. Ia memang pendatang baru di Premier League, tetapi membawa pengalaman empat tahun di La Liga. Poros gelandang diisi Enzo Fernandez yang kans bertahannya lebih besar meski sempat dikaitkan dengan kepindahan. Reece James memang punya banyak opsi peran dalam 3-4-2-1 — dari bek tengah kanan, wing-back, hingga gelandang bertahan — dan musim lalu cukup sering tampil di lini tengah berkat fisik dan distribusi bolanya. Namun karena James berpeluang berpindah-pindah peran, Alonso membutuhkan spesialis yang reguler, dan Enzo memenuhi kebutuhan itu. Di sampingnya, Moises Caicedo menjadi pilihan tak tergantikan. Ia menempati urutan ketiga menit bermain terbanyak di semua kompetisi musim lalu dan pada usia 24 tahun masih berada dalam fase perkembangan. Mencadangkannya karena pilihan teknis nyaris tidak terpikirkan.

Read Entire Article
Bisnis | Football |