Evaluasi Ruben Amorim dan Imbasnya pada Aktivitas AC Milan di Bursa Transfer

14 hours ago 13

Liputan6.com, Jakarta - AC Milan memasuki fase krusial bursa transfer musim panas 2026 dengan waktu yang semakin terbatas. Keputusan Ruben Amorim untuk mengevaluasi skuad lebih lama kini berimbas pada aktivitas klub di pasar pemain.

Pada 10 Juli, Milan mendatangkan Mario Gila dari Lazio sebagai rekrutan kedua setelah Goncalo Ramos dari PSG. Belanja klub ketika itu telah mencapai sekitar €100 juta (Rp2,06 triliun), tetapi aktivitas transfer kemudian berjalan nyaris tanpa perkembangan berarti.

Kamis, 13 Agustus, menjadi semacam hari penentuan bagi Milan karena musim baru hanya berjarak 10 hari. Amorim memang mendapatkan waktu untuk mengenal pemainnya, tetapi proses tersebut kini membuat klub menghadapi pekerjaan besar dalam periode akhir bursa.

Amorim Meminta Waktu untuk Mengevaluasi Skuad

Keputusan Amorim untuk menahan aktivitas transfer sebenarnya dapat dipahami karena karakter permainan yang dibawanya berbeda dengan sistem Massimiliano Allegri. Milan sebelumnya menggunakan tiga bek dan wing-back, tetapi pendekatan 3-4-2-1 milik Amorim memiliki filosofi yang berbeda dari 3-5-2.

Pelatih asal Portugal itu kemudian menguji sejumlah pemain yang sebelumnya diperkirakan akan masuk daftar jual. Namun, evaluasi tersebut justru mencakup Fikayo Tomori, Youssouf Fofana, David Odogu, Christopher Nkunku, Filippo Terracciano, Santiago Gimenez dan Pervis Estupinan.

Amorim akhirnya memiliki gambaran lebih jelas setelah menjalani laga pramusim melawan Celtic, Inter Milan dan Chelsea. Akan tetapi, keputusan tersebut baru datang ketika waktu untuk menjual pemain dan mencari pengganti sudah semakin sempit.

Daftar Jual Membesar, Waktu Makin Sedikit

Milan kini hanya memiliki satu laga pramusim tersisa melawan Manchester United di Polandia pada Sabtu. Setelah itu, fokus Amorim diperkirakan beralih ke komposisi terbaik untuk menghadapi musim baru.

Masalahnya, menjual pemain dalam jumlah besar bukan pekerjaan mudah, terlebih status mereka sebagai pemain yang tidak masuk rencana klub sudah diketahui publik. Oleh karena itu, Milan kemungkinan harus mempertimbangkan skema peminjaman dengan opsi pembelian yang ditunda atau tidak sepenuhnya terjamin.

Kasus Estupinan menjadi gambaran jelas mengenai konsekuensi keputusan yang terlambat. Aston Villa sebelumnya mengajukan tawaran untuk bek asal Ekuador itu, tetapi Amorim menolak penjualan tersebut sebelum akhirnya memasukkan sang pemain ke daftar jual.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Situasi Christopher Nkunku juga memperlihatkan betapa cepatnya penilaian pelatih berubah. Pemain asal Prancis itu sempat dianggap cocok dengan gaya Amorim karena pengalamannya dalam sistem pressing tinggi bersama RB Leipzig, tetapi kini justru tidak masuk dalam rencana. Selain tujuh nama tersebut, masa depan Rafael Leao juga belum sepenuhnya jelas. Dari perspektif taktik, Leao sebenarnya memiliki kecocokan yang lebih rumit dengan sistem Amorim sehingga Milan masih harus menentukan apakah hubungan keduanya dapat diperbaiki. Milan masih membutuhkan bek tengah, wing-back, gelandang serang dan kemungkinan gelandang tengah baru. Dengan waktu kurang dari tiga pekan, klub harus menyelesaikan penjualan sekaligus mendatangkan pemain yang sesuai kebutuhan Amorim. Evaluasi memang memberi Amorim kesempatan memahami skuad secara langsung sebelum mengambil keputusan besar. Namun, harga dari keputusan tersebut adalah waktu yang kini tidak bisa dikembalikan sehingga Milan berisiko memulai musim dengan skuad gemuk, tetapi belum lengkap. Sumber: Sempre Milan

Read Entire Article
Bisnis | Football |