Terobosan Bola Pintar Piala Dunia 2026, Asal Jangan Lupa Isi Dayanya

7 hours ago 12

Liputan6.com, Jakarta - Ada seseorang yang mempunyai peran penting pada setiap pertandingan Piala Dunia 2026. Bukan wasit, pemain kunci, atau pelatih. Tapi dia adalah orang yang harus memastikan bola sepak tidak mati.

Pekerjaan tersebut menjadi krusial karena adidas Trionda, bola resmi turnamen kali ini, merupakan si kulit bundar pintar. Dengan sistem 'connected', bola ini bisa mengirimkan data real-time. Teknologi ini membantu wasit dalam mengambil keputusan, baik menentukan situasi offside atau menentukan gol kontroversial.

Untuk setiap pertandingan, setidaknya butuh selusin bola yang digunakan. Seperti perangkat elektronik pada umumnya, jika daya bola habis total, dibutuhkan pengisian selama 2 jam 30 menit dan dapat bertahan hingga enam jam. Durasi bisa bertambah karena bola memiliki mode sleep ketika tidak digunakan.

Hingga kini, belum ada situasi di mana wasit harus memeriksa daya bola selama pertandingan. Pasalnya, ada lapisan tambahan di bola yang menunjukkan daya di pusat kontrol.

Dalam masa uji coba, adidas menekankan bola tidak pernah mengalami kehabisan daya. “Kami mengerti durasi maksimum pertandingan, dan kondisi cuaca di semua tempat, jadi kami memiliki standar yang harus dicapai pada titik awalnya,” kata Wakil Presiden Performa dan Operasional adidas Tor Southard dilansir ESPN.

Hilangkan Kontroversi

Teknologi Trionda sudah menghasilkan keputusan penting. Gol Swedia ke gawang Tunisia sempat dianulir karena adanya offside. Namun, data menunjukkan ada sentuhan ekstra dari pemain Swedia lain (Aleksander Isak), sehingga torehan sang pencetak gol (Mattias Svanberg) disahkan.

Sensor itu muncul berkat chip yang ditempatkan berbeda. Biasanya chip berada di bagian dalam bola. Namun, chip di Trionda berada di empat panel sis.

“Kami melakukan lebih dari 300 uji laboratorium dengan chip untuk memastikan keseimbangan, rotasi, dan putaran tetap konsisten, baik dengan chip maupun tanpa chip,” tandas Southard.

Perkembangan Teknologi

Adidas mendapat kritik terhadap Jabulani, bola resmi Piala Dunia 2010 karena bergerak begitu liar ketika ditendang. Sejauh ini tidak ada keluhan resmi terhadap Trionda.

"Seperti teknologi pada umumnya, perkembangan sangat cepat. Bisa dibayangkan banyak yang berkembang dalam empat tahun terakhir," tandas Southard. (Reporter: Aulia Rafa Xena)

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Terbaru Kolombia, Ini Daftar 7 Negara Lolos ke Fase Gugur Piala Dunia 2026

Read Entire Article
Bisnis | Football |