SPKLU di Sepanjang Jalur EV Jawa Timur-Bali Siap Sambut Lebaran

7 hours ago 11

Liputan6.com, Jakarta - Setelah menyelesaikan perjalanan hari pertama pengecekan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) dari Surabaya hingga Banyuwangi, Direktur Ritel dan Niaga PT PLN (Persero) Adi Priyanto bersama rombongan melanjutkan perjalanan pada hari kedua menuju Pulau Bali.

Rombongan menyeberang dari Pelabuhan Ketapang menuju Pelabuhan Gilimanuk. Jalur penyeberangan ini menjadi gerbang utama perjalanan kendaraan listrik dari Pulau Jawa menuju Bali.

Setibanya di Bali, perjalanan pengecekan infrastruktur kendaraan listrik langsung dilanjutkan menyusuri jalur Gilimanuk-Denpasar, koridor utama yang menghubungkan Bali Barat dengan pusat aktivitas pariwisata di Pulau Dewata.

Sejumlah titik SPKLU strategis disinggahi untuk memastikan kesiapan infrastruktur pengisian kendaraan listrik menjelang meningkatnya mobilitas masyarakat selama Ramadan dan Idul Fitri.

SPKLU Anjungan Betutu Gilimanuk: Gerbang Pertama Infrastruktur EV di Bali

Titik pertama yang dikunjungi setelah rombongan tiba di Bali adalah SPKLU Anjungan Betutu Gilimanuk, lokasi yang berada tidak jauh dari Pelabuhan Gilimanuk. Tempat ini menjadi titik pengisian pertama bagi banyak pengguna kendaraan listrik yang baru saja menyeberang dari Jawa menuju Bali.

Selain menyediakan fasilitas pengisian kendaraan listrik, lokasi ini juga dilengkapi posko siaga dan area istirahat bagi pengguna EV.

Di posko tersebut, pengguna kendaraan listrik dapat beristirahat sejenak sambil menunggu proses pengisian daya kendaraan mereka. Fasilitas pengisian di Anjungan Betutu cukup lengkap. Tersedia charger berkapasitas 180 kW dengan dua nozzle yang dapat digunakan secara bersamaan oleh dua kendaraan listrik.

Selain itu terdapat juga charger 22 kW untuk kendaraan listrik tertentu, serta SPKLU roda dua yang memungkinkan kendaraan listrik roda dua melakukan pengisian daya di lokasi tersebut. Keberadaan SPKLU di lokasi ini sangat penting karena menjadi titik strategis sebelum kendaraan listrik melanjutkan perjalanan menyusuri Bali Barat.

Adi Priyanto menegaskan bahwa kesiapan infrastruktur seperti ini menjadi bagian dari komitmen PLN dalam memberikan layanan maksimal kepada masyarakat.

“PLN tidak hanya menyediakan SPKLU, tetapi juga memastikan keandalan sistem kelistrikan dari pembangkitan hingga distribusi agar pelanggan merasa aman dan nyaman,” ujarnya, Sabtu (14/3/2026).

SPKLU Rest Area Soka: Titik Istirahat Favorit Pengguna EV di Jalur Bali Barat

Dari Gilimanuk, rombongan melanjutkan perjalanan menuju SPKLU Rest Area Soka, salah satu titik penting di jalur wisata Bali Barat menuju Denpasar.

Lokasi ini dikenal sebagai tempat singgah yang nyaman bagi pengguna kendaraan listrik karena berada di kawasan wisata pantai yang indah serta memiliki fasilitas parkir luas. Saat melakukan pengecekan di lokasi ini, Adi Priyanto bersama General Manager PLN UID Bali memastikan kesiapan mesin pengisian kendaraan listrik yang tersedia.

SPKLU Soka sendiri memiliki mesin pengisian berkapasitas 100 kW yang siap melayani kendaraan listrik yang melintas di jalur tersebut. Dari hasil pengecekan, kapasitas listrik di lokasi ini masih sangat memadai untuk melayani kebutuhan pengisian kendaraan listrik.

“Dari sisi kapasitas sistem kelistrikan, saat ini baru terpakai sekitar 75 persen, sehingga masih cukup untuk melayani kendaraan listrik yang melakukan pengisian,” jelas tim PLN saat melakukan pengecekan di lokasi.

General Manager PLN UID Bali juga menjelaskan bahwa SPKLU Soka merupakan salah satu titik penting bagi pengguna kendaraan listrik yang melakukan perjalanan dari Jawa menuju Denpasar.

Dalam beberapa bulan terakhir, aktivitas pengisian kendaraan listrik di lokasi ini terus meningkat.

“Dalam tiga bulan terakhir sudah tercatat puluhan transaksi pengisian kendaraan listrik di SPKLU Soka dan nilainya meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya,” ujarnya.

Selain berfungsi sebagai tempat pengisian kendaraan listrik, kawasan ini juga menyediakan fasilitas restoran, tempat ibadah, serta pemandangan pantai yang menjadi daya tarik bagi wisatawan yang singgah di lokasi tersebut.

SPKLU Center Hayam Wuruk Denpasar: Pusat Pengisian EV Favorit di Bali

Perjalanan pengecekan kemudian berakhir di SPKLU Center Hayam Wuruk, Denpasar, salah satu pusat pengisian kendaraan listrik terbesar di Bali. Lokasi ini dikenal sebagai salah satu SPKLU paling ramai di Bali karena dilengkapi berbagai fasilitas penunjang bagi pengguna kendaraan listrik.

Saat rombongan tiba di lokasi ini, sejumlah kendaraan listrik terlihat sedang mengisi daya. Menurut Direktur Ritel dan Niaga PLN Adi Priyanto, kesiapan SPKLU di koridor Surabaya hingga Bali menunjukkan komitmen PLN dalam mendukung mobilitas kendaraan listrik di Indonesia.

“Saya melihat kesiapan teman-teman di lapangan sangat luar biasa, mulai dari kesiapan personel, pengaturan piket 24 jam, hingga keandalan mesin pengisian,” ujarnya.

Selain memastikan kesiapan mesin, PLN juga memeriksa aspek keselamatan di setiap SPKLU, termasuk sistem grounding, kapasitas listrik, serta perlengkapan keselamatan seperti alat pemadam kebakaran khusus listrik.

“Setiap SPKLU dilengkapi dengan sistem pengamanan yang memadai, termasuk perlengkapan pemadam kebakaran khusus baterai lithium,” tambahnya.

Di lokasi ini juga tersedia berbagai jenis charger, termasuk ultra fast charging, yang memungkinkan proses pengisian kendaraan listrik berlangsung lebih cepat. Fasilitas pendukung seperti kafetaria dan area istirahat juga menjadi alasan SPKLU ini menjadi favorit pengguna kendaraan listrik di Bali.

Bali dan Masa Depan Ekosistem Kendaraan Listrik

Executive Vice President Pemasaran Niaga PLN Nayusrizal menjelaskan bahwa Bali memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. Menurutnya, pertumbuhan kendaraan listrik saat ini sudah tidak lagi bersifat linear, melainkan meningkat secara eksponensial.

“Bali sebagai wajah Indonesia dan destinasi wisata internasional memiliki komitmen kuat menuju green tourism. Karena itu PLN mendukung penuh pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Bali,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa PLN terus memperkuat infrastruktur pengisian kendaraan listrik melalui pembangunan SPKLU serta pengembangan fitur digital melalui aplikasi PLN Mobile.

Fitur seperti trip planner dan antreEV memungkinkan pengguna kendaraan listrik merencanakan perjalanan dan memantau ketersediaan SPKLU secara real time.

Dengan dukungan infrastruktur yang semakin luas, PLN berharap masyarakat semakin yakin menggunakan kendaraan listrik sebagai bagian dari transisi energi menuju masa depan yang lebih bersih.

Adi Priyanto menegaskan bahwa perjalanan pengecekan ini merupakan bagian dari komitmen PLN untuk memastikan pengguna kendaraan listrik dapat melakukan perjalanan dengan aman dan nyaman.

“Kami berharap dengan kesiapan infrastruktur ini, pengguna kendaraan listrik bisa melakukan perjalanan dengan tenang, baik untuk mudik maupun untuk berwisata,” pungkas Adi.

Read Entire Article
Bisnis | Football |