Son Heung Min Antusias Sambut Piala Dunia 2026, Merasa Seperti Anak Kecil Lagi

8 hours ago 10

Liputan6.com, Jakarta - Kapten Timnas Korea Selatan, Son Heung Min, akan kembali mengukir momen penting dalam perjalanan karier internasionalnya saat memimpin negaranya menghadapi Republik Ceko pada laga pertama Grup A Piala Dunia 2026. Duel tersebut dijadwalkan berlangsung di Estadio Guadalajara, Jumat (12/6/2026), dan menjadi awal langkah Taegeuk Warriors dalam upaya meraih prestasi maksimal di turnamen tersebut.

Piala Dunia 2026 menjadi ajang keempat yang diikuti Son sepanjang kariernya. Penyerang yang kini memperkuat LAFC itu masih memegang peran krusial sebagai pemimpin tim, sekaligus menjadi sosok yang diandalkan untuk memberikan pengaruh besar baik saat bertanding maupun di ruang ganti.

Dengan torehan 144 penampilan bersama tim nasional, Son berstatus sebagai pemain paling senior dan berpengalaman di skuad Korea Selatan saat ini. Selama bertahun-tahun, ia menjadi pilar utama tim dan memiliki jumlah caps yang jauh melampaui pemain lain, termasuk Lee Jae-Sung yang berada di bawahnya.

Walau akan memasuki usia 34 tahun pada bulan depan, semangat dan gairah Son untuk membela negaranya tetap membara. Hal itu terlihat saat konferensi pers menjelang pertandingan pada Rabu, ketika ia berbicara penuh antusias mengenai kesempatan kembali tampil di turnamen sepak bola terbesar di dunia.

Semangat yang Tak Pernah Pudar

Segudang pengalaman di level tertinggi tidak membuat Son kehilangan rasa kagum terhadap Piala Dunia. Sebaliknya, atmosfer kompetisi empat tahunan tersebut masih menghadirkan perasaan yang sama seperti ketika ia pertama kali memimpikan tampil di ajang tersebut saat masih kecil.

Tak hanya fokus menjaga motivasinya sendiri, pemain LAFC itu juga terus memantau kondisi mental rekan-rekan setimnya. Ia menilai persiapan yang berjalan lancar telah menciptakan suasana positif di dalam skuad dan meningkatkan keyakinan tim menjelang pertandingan pembuka.

"Saya sangat senang bisa kembali ke lapangan Piala Dunia, sesuatu yang saya impikan sejak usia sangat muda. Baik itu Piala Dunia pertama atau keempat saya, saya merasa seperti anak laki-laki lagi, ini adalah panggung impian," ujar Son Heung-Min.

"Atmosfernya, sejak awal sekarang, tidak ada masalah sama sekali. Dan setiap kali saya melihat rekan-rekan setim bekerja keras untuk tim, untuk Korea, terkadang saya bahkan harus menenangkan mereka," lanjutnya.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Korea Selatan memasuki turnamen dengan membawa catatan yang kurang ideal pada pertandingan pembuka. Dalam tiga edisi terakhir, mereka selalu gagal meraih kemenangan di laga pertama, situasi yang turut berkontribusi terhadap kegagalan lolos dari fase grup pada 2014 dan 2018. Performa tersebut sedikit membaik pada Piala Dunia 2022 di Qatar. Saat itu, Korea Selatan berhasil melaju ke babak 16 besar setelah menaklukkan Portugal melalui gol dramatis pada menit ke-91 yang berawal dari assist Son. "Ketika berbicara tentang pentingnya pertandingan pertama, saya tidak hidup untuk hari esok. Hari ini adalah hari terpenting bagi saya dan saya perlu mengembangkan diri saya sendiri, hari ini saya akan fokus pada latihan," kata Son. "Kami memiliki tiga pertandingan selama babak penyisihan grup dan setiap pertandingan akan sangat penting. Kami akan bermain demi hidup kami dan kami akan mencoba melampaui kapasitas serta kemampuan kami," sambungnya.

Read Entire Article
Bisnis | Football |