Sandiaga Uno: Adaptif dan Sinergi Adalah Wajah Masa Depan Ekonomi Kita

15 hours ago 13

Liputan6.com, Jakarta - Mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno menghadiri acara buka puasa bersama yang digelar Bloom Group di kantor pusat perusahaan tersebut. Dalam acara itu, Sandiaga disambut langsung oleh Chief Executive Officer (CEO) Bloom Group, Andrew Chu.

Pertemuan tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi di bulan Ramadan, tetapi juga menjadi kesempatan bagi Bloom Group untuk memperkenalkan ekosistem bisnisnya yang berkembang di berbagai sektor strategis.

Sandiaga menekankan bahwa dunia usaha saat ini dituntut untuk mampu beradaptasi dengan cepat, berani berkolaborasi, serta terus menghadirkan inovasi di tengah perubahan ekonomi global.

"Inilah wajah masa depan ekonomi kita: adaptif, berani bersinergi, dan sukses mengawinkan industri fundamental dengan kreativitas digital," ujar Sandiaga dalam keterangan tertulis, Jumat (13/3/2026).

Menurut dia, kombinasi antara sektor industri tradisional dengan ekonomi kreatif dapat menjadi salah satu kunci dalam menjaga pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

Melalui pertemuan tersebut, Bloom Group juga memperkenalkan struktur bisnisnya yang mencakup berbagai sektor, mulai dari energi, logistik, hingga media kreatif. Diversifikasi usaha ini dinilai menjadi strategi perusahaan dalam menghadapi dinamika ekonomi yang semakin kompleks.

Bloom Group Bangun Ekosistem Bisnis Terintegrasi

Dalam pertemuan tersebut, Andrew Chu mengajak Sandiaga Uno melihat lebih dekat ekosistem bisnis yang dibangun oleh Bloom Group.

Perusahaan ini memiliki empat lini bisnis utama yang saling terhubung dan menjadi penopang pertumbuhan perusahaan.

Di sektor energi, Bloom Energy berfokus pada aktivitas trading batu bara dengan tata kelola yang profesional. Sementara itu, PRAU berperan sebagai intermediate stockpile yang mendukung kelancaran manajemen stok batu bara dalam rantai pasok energi.

Pada sektor logistik, Bloom X menyediakan layanan transportasi berat untuk mendukung distribusi komoditas melalui berbagai moda, termasuk tongkang dan sistem logistik terpadu.

Sementara itu, di sektor ekonomi kreatif, Bloom Media hadir sebagai unit usaha yang bergerak di bidang produksi konten digital, pengembangan kreator, serta pengelolaan media digital di berbagai platform seperti YouTube, TikTok, dan Instagram.

“Melihat Bloom Group, kita melihat bagaimana sebuah perusahaan bisa adaptif. Di satu sisi kuat di sektor fundamental seperti energi dan logistik, tapi di sisi lain juga sangat paham pentingnya konten melalui Bloom Media,” ujar Andrew Chu, selaku CEO dari Bloom Group.

Perpaduan Energi dan Kreativitas Jadi Strategi Bisnis

Suasana buka puasa bersama berlangsung hangat dan diwarnai diskusi mengenai tren bisnis yang diperkirakan berkembang pada 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Sandiaga Uno juga berdiskusi dengan jajaran direksi Bloom Group mengenai pentingnya inovasi dan daya saing pelaku usaha nasional di tengah tantangan ekonomi global.

Direktur Keuangan Bloom Group, Hatta, menjelaskan bahwa perusahaan berupaya menjaga keseimbangan antara sektor bisnis yang padat modal dan sektor kreatif yang lebih dinamis.

"Fokus kami adalah menjaga keseimbangan antara sektor komoditas yang capital-intensive dengan sektor kreatif yang lebih dinamis. Kehadiran unit-unit seperti Bloom Energy hingga Bloom Media menciptakan ekosistem finansial yang saling memperkuat, sehingga holding tetap resilien menghadapi fluktuasi pasar," ujar Hatta.

Dengan portofolio bisnis yang mencakup Bloom Energy, PRAU, Bloom X, dan Bloom Media, Bloom Group menunjukkan langkahnya sebagai kelompok usaha yang terus berkembang.

Model bisnis yang menggabungkan sektor energi, logistik, dan ekonomi kreatif ini juga menandai upaya perusahaan untuk memperkuat posisinya dalam lanskap bisnis nasional yang semakin kompetitif.

Read Entire Article
Bisnis | Football |