Real Madrid TV Kecam La Liga: Sebut Kompetisi Sirkus dan Penuh Manipulasi

3 hours ago 2

Liputan6.com, Jakarta - Kondisi internal Real Madrid kini tengah memanas setelah pertandingan sengit melawan Barcelona. Melalui saluran resmi klub, Real Madrid TV, pihak manajemen menyampaikan kritik yang sangat pedas terhadap jalannya kompetisi.

Kritik tersebut menyoroti berbagai keputusan wasit yang dinilai merugikan skuad asuhan Carlo Ancelotti. Perhatian utama tertuju pada insiden yang dialami oleh pemain bintang asal Inggris, Jude Bellingham.

Manajemen Madrid menilai kepemimpinan wasit serta penerapan teknologi VAR berada jauh di bawah standar profesional. Mereka bahkan menggunakan istilah-istilah keras untuk menggambarkan situasi liga saat ini.

Ketegangan ini semakin memperkeruh hubungan antara klub raksasa ibu kota tersebut dengan penyelenggara liga. Kini, persaingan di Spanyol tidak hanya memuncak di lapangan, tetapi juga merembet ke ranah kebijakan dan opini publik.

Tudingan Manipulasi Siaran Pertandingan

Kecaman paling keras tertuju pada teknis penyiaran pertandingan. Real Madrid TV menganggap ada unsur kesengajaan dari pihak penyelenggara untuk menutupi detail pelanggaran yang terjadi di kotak penalti Barcelona.

Pihak klub merasa pemilihan sudut kamera tidak menyajikan fakta jujur terkait insiden yang menimpa Bellingham. Mereka menduga adanya kendali editorial yang bertujuan menggiring opini penonton di rumah.

"Liga Spanyol tidak serius. Liga milik Tebas, Liga Negreira. Ini adalah sebuah sirkus dan lelucon. Ini benar-benar menakutkan. Betapa memalukannya produksi siaran Liga Spanyol," tulis pernyataan Real Madrid TV.

"Yang paling serius adalah hilangnya gambar-gambar tertentu. Tiba-tiba saja, terjadi lagi penyanderaan siaran dalam sebuah pelanggaran yang menentukan."

Penalti Bellingham dan Kartu Merah Dani Olmo

Saluran resmi tersebut juga menyoroti pelanggaran Eric Garcia terhadap Jude Bellingham yang tidak berujung penalti. Selain itu, mereka berpendapat ada pemain Barcelona yang seharusnya menerima sanksi lebih berat dari wasit.

Real Madrid meyakini bahwa rekaman ulang tertentu sengaja disembunyikan agar kebenaran di lapangan tidak terlihat oleh publik. Hal ini dianggap sebagai pengulangan dari kejadian-kejadian merugikan di masa lalu.

"Mungkin dorongan di area leher adalah sesuatu yang lebih, tapi kami tidak melihatnya. Yang kami lihat adalah sikut dari Eric Garcia yang sangat jelas penalti dan juga kartu merah," kecam mereka.

"Bisa saja ada kartu merah untuk Dani Olmo. Namun, mereka menyembunyikan tayangan ulang dari penonton tentang sesuatu yang sebenarnya baru saja terjadi."

Kinerja VAR dan Kritik untuk Javier Tebas

Kemarahan kanal televisi resmi klub tersebut juga menyasar Presiden La Liga, Javier Tebas. Mereka menilai kehadiran jajaran petinggi liga di tribun penonton tidak membawa dampak nyata terhadap keadilan bagi semua tim.

Implementasi VAR dianggap tidak konsisten dan cenderung hanya menguntungkan pihak tertentu pada momen-momen krusial. Real Madrid merasa diposisikan sebagai pihak yang paling sering dirugikan oleh teknologi asisten wasit tersebut.

"Setiap kali ada permainan yang meragukan, VAR melakukan intervensi saat dirasa nyaman. Dan kapan VAR melakukan intervensi? Itu hanya terjadi untuk merugikan Real Madrid," tegas pihak Real Madrid TV.

"Ini adalah demonstrasi lain dari kelambanan VAR yang tidak memperbaiki ketidakadilan. Jika ini dianggap sebagai bagian dari permainan, maka segalanya bisa dianggap bagian dari permainan."

El Clasico Panas: Barcelona Tak Terkejar di Klasemen LaLiga Usai Kalahkan Real Madrid

Read Entire Article
Bisnis | Football |