Fans AC Milan Desak CEO Giorgio Furlani Dipecat Setelah Musim Penuh Kekacauan

1 hour ago 3

Liputan6.com, Jakarta - AC Milan diterpa gejolak internal menjelang laga penting melawan Atalanta di Serie A, Senin (11/5) dini hari WIB. Kali ini, tekanan besar datang langsung dari kelompok ultras yang secara terbuka menuntut pemecatan CEO klub, Giorgio Furlani.

Gelombang protes muncul setelah performa Milan dianggap terus mengalami kemunduran dalam beberapa musim terakhir. Suporter menilai manajemen gagal membangun tim yang mampu bersaing secara konsisten di level tertinggi.

Situasi tersebut membuat atmosfer San Siro memanas bahkan beberapa jam sebelum pertandingan dimulai. Curva Sud sebagai kelompok ultras utama Milan melakukan aksi besar-besaran untuk menunjukkan ketidakpuasan mereka terhadap petinggi klub.

Tidak hanya lewat nyanyian dan spanduk, para pendukung Rossoneri juga meluncurkan petisi pemecatan Furlani. Hingga kini, lebih dari 20 ribu tanda tangan telah terkumpul sebagai bentuk tekanan kepada manajemen klub.

Curva Sud Kirim Pesan Keras untuk Giorgio Furlani

Aksi protes dimulai ketika Curva Sud merilis pernyataan panjang yang mengkritik banyak figur penting di dalam klub. Mereka menilai Milan kehilangan arah dalam empat tahun terakhir meski sempat menunjukkan perkembangan positif.

Para ultras kemudian melakukan long march menuju San Siro sambil membawa spanduk besar bertuliskan “Furlani Out”. Pesan tersebut menjadi simbol utama tuntutan suporter terhadap CEO Rossoneri.

Di dalam stadion, aksi protes berlanjut dengan koreografi sederhana menggunakan lampu ponsel. Para suporter membentuk tulisan "GF OUT” yang ditujukan langsung kepada Giorgio Furlani.

Tidak berhenti di situ, sejumlah spanduk lain juga terbentang di tribune San Siro. Salah satu pesan paling mencolok berbunyi, “Mulai dari awal, kembalikan Milan kami.”

Furlani Masih Didukung Pemilik Klub

Meski tekanan suporter terus meningkat, posisi Giorgio Furlani dikabarkan masih cukup aman. Pemilik klub, Gerry Cardinale, disebut tetap memberikan dukungan penuh kepada CEO Milan tersebut.

Salah satu alasan utama dukungan itu adalah kondisi finansial klub yang dinilai cukup sehat. Milan berhasil menjaga keseimbangan neraca keuangan, terutama lewat pendapatan besar dari penjualan pemain dalam beberapa musim terakhir.

Namun, keberhasilan finansial tersebut tidak sepenuhnya mampu meredam kekecewaan publik San Siro. Fans menilai pencapaian ekonomi klub tidak sejalan dengan performa tim di lapangan.

Tekanan terhadap Milan juga semakin besar usai duel melawan Atalanta. Sebab, Milan kalah dengan skor 2-3 dari La Dea. Hasil itu membuat posisi Milan di empat besar klasemen terancam.

Sumber: Football Italia

Jose Mourinho Bantah Didekati Real Madrid: Fokus Selesaikan Musim Bersama Benfica

Read Entire Article
Bisnis | Football |