Liputan6.com, Jakarta - Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo membidik peningkatan transaksi menggunakan QR Indonesia Standart atau QRIS pada 2030 mendatang. Targetnya, transaksi harian bisa mencapai 150 miliar transaksi per hari.
Peningkatan jumlah transaksi itu sejalan dengan berkembang pesatnya penggunaan QRIS di masyarakat. Saat ini, sudah ada puluhan pengguna QRIS di berbagai sektor.
"BI sudah meluncurkan blueprint sistem pembayaran Indonesia 2030, digital transaksi akan reaching 150 billion transaksi per day dari sekarang 47 billion," ungkap Perry dalam Inisiasi Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI) di Kantor Bank Indonesia, Jakarta, Senin (23/2/2026).
Sebelumnya, Perry mencatat QR Indonesia Standard (QRIS) berkembang pesat sekitar hampir 7 tahun berlaku. Saat ini sistem pembayaran QRIS sudah digunakam 60 juta orang.
Perry mengisahkan, pertama kali meluncurkan QRIS beberala saat sebelum marak pandemi Covid-19. Ini menjadi salah satu titik balik meluasnya pembayaran digital di Tanah Air.
"17 Agustus 2019 kita memproklamirkan satu bahasa pelayanan digital pembayaran. Namanya QR Indonesian Standard, namanya QRIS, dibacanya kris, bukan kiyu ris," kata Perry dalam Inisiasi Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI) di Kantor Bank Indonesia, Jakarta, Senin (23/2/2026).
Dipakai 60 Juta Pengguna
QRIS menjadi titik balik karena menyediakan standar baru dan menggabungkan banyaknya metode pembayaran QR dari masing-masing platform sebelumnya.
Melangkah ke 2026, saat ini sudah tercatat 60 juta orang yang menggunakan QRIS. Bahkan metode ini menjadi semakin familiar di masyarakat. "Sekarang berapa QRIS digunakan? 60 juta pengguna QRIS," ucapnya.
Perkembangan semakin pesat ketika BI menjalin kerja sama pembayaran lintas batas atau QRIS cross border. Ada banyak negara yang saat ini sudah diakses menggunakan QRIS.
"QRIS sudah digunakan dimana saja Malaysia, Thailand, Singapura, Jepang sebentar lagi sudah live di Cina juga Korea Selatan dan kita sedang sambungkan QRIS dengan nusuk di Saudi Arabia dengan India," beber dia.
Transaksi QRIS di Jakarta
Bank Indonesia (BI) mencatat lebih dari 36 persen volume transaksi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) secara nasional berasal dari DKI Jakarta. Tingginya transaksi digital menggunakan QRIS tersebut mayoritas terjadi di sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia DKI Jakarta, Iwan Setiawan mengatakan percepatan digitalisasi sistem pembayaran menjadi salah satu faktor penting yang mendorong pertumbuhan ekonomi Jakarta.
“Salah satu game changer di perekonomian kita, terutama di DKI Jakarta adalah apabila digitalisasi ini bisa dilakukan dengan cepat ya,” kata Iwan di Jakarta, Senin (9/2/2026).
Didominasi UMKM
Berdasarkan data BI, jumlah pengguna QRIS di DKI Jakarta telah mencapai 6,17 juta jiwa yang mencakup 10,69 persen secara nasional. Lalu, jumlah merchant atau pelaku usaha yang menggunakan QRIS di Jakarta tercatat 6,58 juta, atau sekitar 24 persen dari total merchant QRIS nasional.
“Untuk volume transaksi sudah mencapai hampir 6 miliar, atau porsinya sekitar 36 persen dari volume transaksi secara nasional. Jadi, lebih dari sepertiga transaksi yang menggunakan QRIS digital di Indonesia itu ada di DKI Jakarta,” jelas Iwan.
Dia menyebut bahwa tingginya transaksi QRIS di wilayah Jakarta mencerminkan mudahnya sistem pembayaran digital diakses dan digunakan oleh masyarakat khususnya bagi pelaku UMKM. Iwan bilang, mayoritas transaksi digital dengan QRIS justru terjadi di sektor usaha kecil.
“Mayoritas transaksi digital itu terjadi di UMKM. Beberapa usaha mikro bahkan sudah melakukan transaksi menggunakan QRIS,” kata Iwan.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5508522/original/073889200_1771577837-Tata_Motors_Indonesia_Secures_its_Biggest_Order__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2941745/original/045568400_1571292872-WhatsApp_Image_2019-10-17_at_12.05.31_PM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510955/original/013298200_1771846233-1000242800.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510709/original/033537800_1771836212-ben2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4517986/original/073368000_1690547924-IMG-20230728-WA0054.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4348967/original/049930500_1678168008-scholarship-application-form-foundation-concept.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510647/original/041616400_1771834228-1000242858.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4375853/original/035596900_1680074819-Warga_mulai_berburu_penukaran_uang_baru-ANGGA_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5495122/original/083308700_1770356146-Menteri_Keuangan__Menkeu__Purbaya_Yudhi_Sardewa-6_Februari_2026b.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467325/original/053844600_1767872285-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510330/original/065391100_1771825822-1000242853.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510212/original/093334800_1771822675-Konferensi_pers_APBN_kita-23_Februari_2026a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4132711/original/011923100_1661233218-Penukaran-Uang-Baru-Faizal-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2160424/original/005001500_1525438808-Banner_Pro_Kontra_Cuti_Bersama_Lebaran_2018.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4881567/original/061423100_1719967228-fotor-ai-2024070373734.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510118/original/074938800_1771818751-HWB_Unit_1.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4803210/original/041541900_1713259102-20240416-Pelemahan_Mata_Uang_Rupiah-MER_1.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5361596/original/000746300_1758788384-eliano.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5439892/original/057085000_1765411943-Ketua_Bidang_Ketenagakerjaan_Asosiasi_Pengusaha_Indonesia__Apindo__Bob_Azam-1.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5432516/original/073839000_1764810828-AP25337701874227.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5106243/original/021351500_1737600451-IMG-20250123-WA0003.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5285267/original/086412000_1752663311-20250716-Inflasi-ANG_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5432343/original/_-_Gregory_S._Widjaja_dan_Teresa_Wibowo__Direktur_PT_Aspirasi_Hidup_Indonesia_Tbk__bersama_perwakilan_Pemerintah_Kota_Jakarta_Barat__saat_simbolisasi_AZKO_Berbagi_Cahaya_untuk_Warga_Kembangan_Sela.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5001181/original/090178400_1731373008-Pekerja_di_kebun_kelapa_sawit_sedang_memuat_TBS_ke_atas_truk__1_.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5219631/original/022997400_1747221145-20250514-Harga_Emas-ANG_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5442493/original/086892300_1765540230-20251212BL_Timnas_Indonesia_U-22_Vs_Myanmar_SEA_Games_2025-01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5322252/original/039243200_1755738000-taa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5420990/original/096741500_1763861245-liverpool.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4544916/original/073192300_1692571729-AP23232705384145.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5422001/original/013196600_1763966343-inter_vs_milan_2025-3.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425687/original/015827900_1764234657-AP25330795389555.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5428542/original/053185900_1764544104-WhatsApp_Image_2025-12-01_at_00.38.43__1_.jpeg)