Qatar vs Swiss: Kalah, Granit Xhaka Akui Timnya Belum Layak Bicara Soal Gelar Juara

12 hours ago 16

Liputan6.com, Jakarta - Granit Xhaka mengungkapkan kekecewaannya setelah Swiss gagal mengamankan kemenangan saat menghadapi Qatar pada laga pertama Grup B Piala Dunia 2026. Pertandingan di Levi's Stadium, Santa Clara, Minggu (14/6/2026) dini hari WIB itu berakhir dengan skor 1-1.

Swiss sempat berada di jalur kemenangan setelah Breel Embolo mencetak gol melalui eksekusi penalti pada babak pertama. Keunggulan tersebut bertahan hampir sepanjang pertandingan.

Qatar akhirnya berhasil menyamakan kedudukan lewat sundulan Boualem Khoukhi pada masa injury time babak kedua. Gol tersebut membuat Swiss harus puas membawa pulang satu poin.

Hasil imbang itu menempatkan Swiss di posisi teratas klasemen sementara Grup B dengan satu poin. Mereka mengungguli Kanada, Qatar, serta Bosnia dan Herzegovina.

Swiss Kehilangan Kesabaran Saat Unggul

Swiss memiliki peluang untuk mengunci kemenangan sebelum Qatar mencetak gol penyeimbang. Namun, menurut Xhaka, timnya kurang efektif dalam memanfaatkan kesempatan yang tersedia.

Kapten Swiss itu menilai para pemain terlalu fokus mengejar gol kedua. Akibatnya, mereka kehilangan kontrol permainan yang seharusnya bisa dipertahankan saat unggul.

"Jika Anda tidak mencetak gol di depan, Anda akan kebobolan. Mungkin kami juga sedikit kehilangan kesabaran karena berpikir kami harus membuat skor menjadi 2-0," ujar Xhaka.

"Kami harus cukup cerdas dan berpengalaman untuk menyelesaikan pertandingan saat unggul 1-0. Kami tahu mereka sedang menunggu momennya, dan mereka mendapatkannya pada menit ke-94," lanjut Xhaka.

Xhaka Minta Swiss Hadapi Realita

Gelandang berusia 33 tahun itu juga menyoroti menurunnya performa Swiss pada fase akhir pertandingan. Menurutnya, hilangnya ritme permainan menjadi faktor yang tidak boleh terulang di level tertinggi.

Xhaka meminta seluruh tim untuk segera melakukan evaluasi setelah hasil mengecewakan tersebut. Ia menilai Swiss harus tetap realistis dalam memandang peluang mereka di turnamen ini.

"Pada akhir babak kedua, kami kehilangan ritme permainan dan itu tidak boleh terjadi di level seperti ini," kata Xhaka.

"Sekarang kami harus kembali berpijak di bumi dan menghadapi kenyataan. Kenyataannya adalah saat ini kami sama sekali belum siap untuk berbicara tentang gelar juara atau Piala Dunia terbaik," tegas Xhaka.

Persaingan Sengit di Piala Dunia 2026

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Qatar Vs Swiss: Manuel Akanji Nilai Nati Kurang Tegas di Depan Gawang

Read Entire Article
Bisnis | Football |