Purbaya Awasi Pegawai DSI: Kalau Tiba-Tiba Kaya, Kita Pecat!

10 hours ago 13

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengeklaim pengawasan PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) dilakukan dengan ketat. Dia tak segan mencopot pejabat di DSI jika ketahuan mengambil keuntungan pribadi.

Dia menerangkan, DSI dibentuk untuk menghilangkan praktik underinvoicing dari ekspor komoditas sumber daya alam. Dia akan melakukan pengawasan ketat kepada BUMN baru khusus ekspor tersebut.

"Pengawasannya gampang pak. Kita awasin aja pegawai DSI-nya, kalau dia tiba-tiba dia kaya kita pecat, gitu aja pak, berarti dia terima duit," tegas Purbaya dalam Jogja Financial Festival 2026, dikutip daring, Jumat (22/5/2026).

Dia mengatakan, pelanggaran bisa dideteksi dengan ruang lingkup yang lebih sempit. Pasalnya, akses ekspor sudah dilakukan satu pintu melalui PT DSI tadi.

"Kan udah satu pintu, disana udah jelas, disini udah jelas. Kalau ada sesuatu pasti di perusahaan-perusahaan itu," ucapnya.

Selain menyoroti soal penindakan pelanggaran, Purbaya juga mengusulkan untuk menaruh perwakilan dari Kementerian/Lembaga terkait agar DSI berjalan sesuai desain. "Jadi nanti mungkin dari (Kementerian) Keuangan dan lembaga-lembaga negara lain akan menaruh perwakilan di DSI itu supaya jalannya sesuai dengan yang didesain," tuturnya.

Deteksi Underinvoicing

Bendahara Negara ini mengungkap upaya mempersempit ruang eksportir untuk bertransaksi di bawah harga pasar. Salah satunya dengan dukungan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

"Kalau sebelum-sebelumnya perusahaan-perusahaan itu bisa melakukan hal itu. Karena mereka, kita gak bisa deteksi data di Amerika seperti apa," ucap dia.

Purbaya meminta Lembaga Nasional Single Window (LNSW) untuk menggunakan teknologi yanh menganalisa transaksi ekspor tadi. Termasuk pengumpulan data yang relevan.

"Kita bisa dapet tuh, dengan data-data tuh disana seperti apa. Jadi sekarang pengusaha-pengusaha itu tidak bisa berbohong lagi. Batu bara juga bisa kita deteksi di India seperti apa, disini seperti apa. Jadi kita bereskan segalanya," urai Purbaya.

Pendapatan Negara Naik

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan pendapatan negara bisa meningkat berkali lipat dari pembenahan tata kelola ekspor sumber daya alam (SDA). Dia menaksir setoran ke kas negara bisa naik dua kali lipat.

Ini menyusul skema baru ekspor komoditas seperti minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO), batu bara, hingga paduan besi. Purbaya membidik keuntungan dari skema ekspor melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI).

"Jadi yang jual hanya DSI itu ke pasar-pasar dunia, dengan approach seperti itu yang tadi underinvoicing segala macam sudah hilang, untuk saya, saya untung, income saya bisa naik dua kali lipat, mungkin lebih," ungkap Purbaya dalam Jogja Financial Festival dipantau daring, Jumat (22/5/2026).

Pendapatan Pajak Ikut Naik

Dia menerangkan ada peningkatan dari setoran wajib eksportir ke negara. Baik berupa pajak maupun pungutan lainnya. Pasalnya, sebelumnya kerap ditemukan volume maupun harga jualnya berada di bawah standar harga pasar, sehingga setoran ke negara pun menjadi lebih kecil.

"Karena dari income tax, dari pajak penghasilan dan lain-lain, dari ekspor tax juga saya untung. Dan yang paling penting adalah barang kita tidak diselundupkan ke luar negeri. Jadi nanti untungnya juga dipakai untuk membangun ekonomi kita," jelas dia.

"Jadi dengan itu saya harapkan uang saya lebih banyak, dan uangnya bisa dipakai untuk membantu program-program pemerintah. Termasuk pendidikan maupun program-program pembangunan daerah," imbuh Purbaya.

Read Entire Article
Bisnis | Football |