Perbaikan Darurat Bikin Industri Migas Rugi Rp 8,8 Miliar Dalam 1 Jam

5 hours ago 10

Liputan6.com, Jakarta - Perusahaan multinasional asal Jerman, Henkel, mengingatkan industri migas (minyak dan gas bumi) agar waspada terhadap kerugian imbas adanya perbaikan darurat. Terlebih, industri migas di Indonesia tengah menghadapi tantangan yang semakin kompleks, di tengah berbagai target yang dicanangkan pada 2026 ini.

Head of Infrastructure Protection & Repair APAC at Henkel Adhesive Technologies, Hugo Quintanilla, menilai bahwa dorongan peningkatan produksi nasional mengalami tantangan infrastruktur yang telah termakan usia, khususnya di sebagian besar aset yang telah beroperasi selama beberapa dekade. Sehingga memerlukan perawatan lebih intensif yang berisiko membebani efisiensi operasional.

Hugo menekankan pentingnya pergeseran strategi pengelolaan aset dari pendekatan reaktif menjadi preventif guna menekan biaya operasional.

Menurut dia, biaya perbaikan darurat dan hilangnya produksi jauh lebih mahal dibandingkan investasi preventif. Mengingat 1 jam downtime secara global dapat menimbulkan kerugian hingga hampir USD 500.000 atau setara Rp 8,8 miliar (kurs Rp 17.723 per dolar AS).

"Dengan solusi andal yang ditawarkan Henkel, kebutuhan akan perbaikan jangka pendek yang berulang dapat dikurangi secara signifikan, sekaligus meminimalkan risiko kegagalan aset kritis," ujar Hugo dalam rangkaian acara IPA Convex 2026 di ICE BSD, Kabupaten Tangerang, Banten, Jumat (22/5/2026).

Lebih lanjut, Hugo mendorong sejumlah solusi perlindungan dan perbaikan aset, seiring meningkatnya kebutuhan industri migas terhadap teknologi yang dapat menjaga fasilitas tetap andal dan efisien dalam jangka panjang.

Henkel turut menawarkan solusi untuk meningkatkan keandalan mesin dan peralatan produksi (LOCTITE), perlindungan korosi jangka panjang (STOPAQ), perbaikan dan penguatan struktur pipa proses maupun saluran pipa (STOPAQ), serta Mascoat berupa lapisan isolasi termal dan perlindungan UV yang digunakan di berbagai industri berat.

Solusi Perpanjang Umur Aset

"Kebutuhan akan solusi yang dapat memperpanjang umur aset dan meningkatkan efisiensi energi telah menjadi prioritas utama dalam mendukung keberlanjutan industri minyak dan gas di Indonesia," kata Hugo.

Berbasis pengalaman dalam berbagai proyek strategis nasional seperti aplikasi perpipaan di Sumatera hingga Kalimantan, ia menyebut bahwa kebutuhan terhadap solusi perlindungan aset di Indonesia terus meningkat, seiring dengan pertumbuhan aktivitas industri dan konsumsi energi di dalam negeri.

"Bagi Henkel, Indonesia bukan hanya memiliki potensi besar, tetapi juga akan terus berkembang dalam jangka panjang, terutama di sektor energi dan industri berat," tutur dia.

Strategi Genjot Lifting Minyak

Pada gelaran yang sama, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyiapkan strategi Triple 100 untuk menggenjot realisasi produksi minyak nasional, dari target 605 ibu barel per hari pada 2025 menjadi 610 ribu barel per hari di tahun ini.

Deputi Eksplorasi, Pengembangan, dan Manajemen Wilayah Kerja SKK Migas Rikky Rahmat Firdaus mengatakan, pihaknya bakal menghadapi banyak tantangan untuk mengejar target produksi minyak 610 ribu barel pada 2026.

Menurut dia, realisasi produksi 2025 sebesar 605 ribu barel minyak per hari turut didukung oleh dua proyek raksasa, yakni Terubuk-Forel dengan produksi 20.000 barel per hari, dan Banyu Urip Infill Clastic dengan produksi 30.000 barel per hari.

"Pada bulan Desember (2025), ketika kami bertemu dengan Pak Djoko Siswanto (Kepala SKK Migas), beliau khawatir bahwa pada tahun 2026, kami tidak akan memiliki hak istimewa seperti proyek baru tersebut," kata Rikky dalam gelaran IPA Convex 2026 di ICE BSD, Kabupaten Tangerang, Banten, Jumat (22/5/2026).

Jurus Triple 100

Atas dasar itu, Kepala SKK Migas kemudian memberikan perintah untuk mendorong strategi Triple 100, yakni target 100 sumur eksplorasi, 100 inisiatif untuk multistage fracturing, dan 100 sumur pengembangan.

"Ketua kami memberi kami perintah untuk mendorong inisiatif Triple 100, 100 sumur eksplorasi, 100 inisiatif untuk multistage fracturing, multilayer fracturing, juga 100 sumur pengembangan tambahan dari penemuan eksplorasi 2-3 tahun dari sekarang," ungkapnya.

Rikky menilai target ini sangat layak secara ekonomi. Lantaran berdasarkan riwayat selama 2-3 tahun terakhir, realisasi anggaran para kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) hanya sekitar 85-90 persen.

"Jadi, masih ada buffer 10-15 persen anggaran yang harus kami tambahkan ke program seperti Triple 100 ini," kata Rikky.

Read Entire Article
Bisnis | Football |