Puas Timnas Futsal Indonesia Bekuk Malaysia, Hector Souto Masih Miliki Deretan Evaluasi

6 hours ago 8

Liputan6.com, Jakarta - Pelatih Timnas Futsal Indonesia Hector Souto meluapkan kegembiraan atas keberhasilan skuad Garuda mengalahkan Malaysia pada laga kedua Grup B Piala AFF Futsal 2026. Tapi, dia juga mengungkap sederet catatan untuk dievaluasi.

Timnas Futsal Indonesia berhasil meraih hasil penting dalam memainkan pertandingan kedua fase penyisihan grup Piala AFF Futsal 2026. Garuda menang tipis 1-0 di Nonthaburi Hall, Selasa (7/4/2026) sore WIB.

Kemenangan ini didapat Timnas Futsal Indonesia dengan susah payah. Garuda hanya bisa mencetak sebiji gol, lewat Guntur Sulistyo di awal babak kedua.

Hasil ini sekaligus membuat Timnas Futsal Indonesia kini mengoleksi enam poin dalam dua laga. Garuda pun mengunci tiket lolos ke semifinal Piala AFF Futsal 2026 karena pada laga lain di grup B, Australia juga mengoleksi dua kemenangan.

"Saya senang dengan hasil bagus, kita menang, dan kita coba main bagus, tapi kadang-kadang tidak main bagus," kata Souto dalam jumpa pers pascalaga.

"Malaysia main banyak bola lambung, oke, lambung. Dan ya, kita coba main 100 persen, tapi kadang-kadang finishing tidak bagus, tidak passing bagus," tambahnya.

Soroti Fokus di Detik Akhir

Souto kemudian menyoroti situasi di akhir pertandingan. Skuad Garuda sempat nyaris kecolongan gol penyama kedudukan karena kehilangan penguasaan bola, ketika paruh kedua menyisakan kurang dari satu menit.

Pelatih asal Spanyol tersebut sangat berharap agar para penggawa Garuda bisa belajar untuk lebih cerdas dalam mengelola sisa waktu di lapangan. Menurut Souto, kemenangan tidak cukup karena target utama saat ini adalah terus meningkatkan gaya permainan tim.

"Ini adalah pelajaran untuk semua futsal Indonesia—itu adalah 38 detik menuju akhir pertandingan. Kita menguasai bola dan kita malah memutuskan untuk menembak, memberikan bola kepada lawan dan kita tidak mengontrol permainan," tegas Souto.

"Semua pemain ini adalah pemain dari liga profesional, jadi mereka harus mengontrol permainan, terus bermain selama 38 detik sampai pertandingan berakhir. Kita harus bermain lebih pintar di menit terakhir. Jaga penguasaan bola, coba hindari masalah, dan coba hindari transisi," lanjutnya.

Chemistry Masih Kurang

Selain ketenangan di detik-detik akhir, eks pelatih Bintang Timur Surabaya itu turut menyoroti kerja sama antarpemain yang menurutnya masih kurang. Tapi, Souto merasa hal itu terbilang wajar.

Apalagi, tim yang dilawan Malaysia, memiliki materi pemain yang cukup bagus. Selain itu tim Harimau Malaya yang mayoritas dihuni pemain muda sehingga punya semangat tinggi.

"Chemistry antar pemain di beberapa momen tidak terlalu bagus, dan itu normal karena kelelahan dari kemarin. Hari ini lawan adalah pemain-pemain muda, mereka bersemangat untuk bermain bagus," kata Souto.

Arsenal Diam-Diam Sempat Dekati Gelandang Kreatif Barcelona Ini

Read Entire Article
Bisnis | Football |