Bukan Dimarahi, Lamine Yamal Justru Dilindungi Flick Usai Tantrum di Laga Atletico vs Barcelona

4 hours ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Laga panas antara Atletico Madrid dan Barcelona di La Liga pada Minggu (05/04/2026) menyisakan cerita tak biasa. Bukan hanya soal kemenangan dramatis Blaugrana, tapi juga reaksi emosional dari Lamine Yamal yang jadi sorotan.

Barcelona sukses menang 2-1 lewat gol telat yang dicetak Robert Lewandowski di menit ke-87. Namun di tengah euforia tim, Yamal justru terlihat tidak ikut merayakan dan tampak marah hingga laga berakhir.

Gestur sang wonderkid langsung memancing perhatian publik dan media. Apalagi muncul kabar adanya ketegangan antara dirinya dengan staf pelatih di pinggir lapangan.

Situasi ini pun membuat banyak pihak mempertanyakan sikap Yamal di momen penting. Namun, pelatih Hansi Flick punya pandangan berbeda dan memilih untuk meredam polemik tersebut.

Insiden yang tak Perlu Dibesar-besarkan

Flick langsung memberikan pembelaan terhadap Yamal yang dianggapnya masih dalam proses berkembang. Ia menilai emosi yang ditunjukkan pemain muda adalah hal yang wajar.

Menurut Flick, Yamal adalah talenta luar biasa yang masih belajar menghadapi tekanan di level tertinggi. Ia pun meminta publik untuk tidak terus-menerus menyoroti setiap reaksi yang ditunjukkan sang pemain.

"Lamine adalah pemain yang luar biasa," kata Flick, dikutip dari Fotmob, ketika ditanya apakah percakapan Lamine dengan De la Fuente menjadi sumber ketidakpuasannya. "Tapi ia baru berusia 18 tahun. Dan, tentu saja, terkadang ia marah ketika saya menggantinya atau mungkin ketika ia menggiring bola melewati empat, lima pemain lalu menembak, dan ia gagal [seperti saat melawan Atletico]. Terkadang itu juga membuatnya frustrasi karena tidak mencetak gol."

"Ia emosional dan [itu] bagus. Saya akan selalu mendukungnya. Ia pemain yang fantastis, berada di jalur yang benar, dan kami membantunya berkembang di tempat yang tepat. Tidak baik membuat keributan tentang semua yang ia lakukan," seru Flick.

Flick Akan Selalu Melindungi Yamal

Lebih jauh, Flick menegaskan bahwa dirinya akan selalu berada di belakang Yamal dalam situasi apa pun. Ia melihat emosi pemain sebagai hal positif selama diarahkan dengan benar.

Flick juga menyoroti bahwa tekanan besar memang tak terhindarkan bagi pemain muda berbakat seperti Yamal. Namun, ia memastikan tim pelatih akan membantu sang pemain berkembang dengan cara yang tepat.

"Saya tahu semua orang memperhatikannya karena ia pemain yang fantastis. Tapi ia baru berusia 18 tahun. Kita semua pernah melakukan kesalahan," ujarnya.

"Saya katakan [kepadanya] kamu bisa [mencoba hal-hal baru], tidak masalah, saya akan selalu melindungimu. Dan di lapangan, ia harus menunjukkan kepada semua orang betapa hebatnya dirinya; bahwa ia akan menjadi salah satu yang terbaik, mungkin pemain terbaik di masa depan."

(Fotmob)

Prediksi PSG vs Liverpool: The Reds Terancam Jadi Bulan-bulanan

Read Entire Article
Bisnis | Football |