PSG vs Liverpool: Luis Enrique Siapkan Taktik Baru Tapi Minta Les Parisiens tak Remehkan The Reds

4 hours ago 4

Liputan6.com, Jakarta - PSG bersiap menghadapi ujian berat saat menjamu Liverpool pada leg pertama babak perempat final Liga Champions 2025/2026. Duel panas ini akan digelar di Parc des Princes, Kamis (09/04/2026) dini hari WIB.

Pertemuan ini bukan sekadar laga biasa, melainkan ulangan duel sengit musim lalu yang masih menyisakan cerita panas di babak 16 besar. Kedua tim punya memori kuat setelah bentrok dramatis hingga babak adu penalti.

PSG memang keluar sebagai pemenang kala itu, tetapi perjalanan mereka tak mudah menghadapi perlawanan keras Liverpool. Situasi ini membuat laga kali ini diprediksi kembali berjalan ketat dan penuh tensi tinggi.

Pelatih PSG, Luis Enrique, pun tampak tidak ingin timnya lengah menghadapi kekuatan The Reds. Ia menegaskan pentingnya pendekatan baru agar timnya tidak terjebak dalam skenario lawan.

Enrique Rancang Pendekatan Baru Hadapi Liverpool

Luis Enrique menyadari bahwa menghadapi Liverpool membutuhkan strategi yang berbeda dibanding musim lalu. Ia tidak ingin timnya mengulangi kesalahan yang sama dalam laga krusial seperti ini.

Pelatih asal Spanyol itu menilai setiap musim membawa tantangan yang berbeda. Karena itu, pendekatan taktik juga harus berkembang agar mampu mengimbangi kualitas lawan.

PSG sendiri memiliki pengalaman pahit dan manis saat bertemu Liverpool musim lalu. Kekalahan di kandang sendiri sempat menjadi pukulan sebelum akhirnya mereka bangkit di Anfield dan menang lewat adu penalti.

"Tugas seorang manajer adalah menemukan cara untuk mendapatkan hasil yang baik. Setiap tahun berbeda dari tahun sebelumnya, dan kita tidak bisa beroperasi dengan cara yang sama seperti tahun lalu," ujar Enrique, dikutip dari Goal.

Tak Mau Terjebak Status Favorit

Meski bermain di kandang sendiri dan punya status juara bertahan, Enrique enggan menyebut PSG sebagai tim yang lebih diunggulkan. Ia menilai label favorit tidak memiliki arti besar dalam pertandingan selevel ini.

Menurutnya, laga antara dua tim besar seperti PSG dan Liverpool selalu sulit diprediksi. Kualitas kedua tim membuat peluang kemenangan sama terbukanya.

Pengalaman musim lalu juga menjadi pelajaran berharga bagi PSG. Saat itu, Liverpool justru lebih difavoritkan, tetapi hasil akhir berkata lain.

"Tidak masalah siapa favoritnya, atau siapa yang Anda nilai sebagai favorit. Dalam pertandingan seperti ini, melawan tim seperti ini, mustahil untuk memilih favorit. Saya rasa tim saya bukanlah favorit utama. Jika Anda ingat tahun lalu, semua orang mengatakan Liverpool adalah favorit utama, namun PSG yang lolos. Sejauh yang saya ketahui, tidak ada favorit utama," tegasnya.

Read Entire Article
Bisnis | Football |