Jelang PSG vs Liverpool, Luis Enrique Bongkar Alasan Melempemnya Hugo Ekitike di Parc des Princes

4 hours ago 4

Liputan6.com, Jakarta - Perjalanan karier Hugo Ekitike sempat penuh tanda tanya sebelum akhirnya menemukan bentuk terbaiknya. Penyerang asal Prancis itu pernah digadang-gadang sebagai bintang masa depan ketika masih memperkuat Stade de Reims dan membuat PSG kepincut meminangnya.

PSG kemudian memboyongnya pada tahun 2022. Namun, ekspektasi besar justru berubah menjadi tekanan yang sulit ia jawab di ibu kota Prancis.

Ekitike kesulitan menembus tim utama dan hanya mampu mencetak empat gol dari 33 penampilan. Situasi itu membuatnya harus menjalani masa peminjaman sebelum akhirnya menemukan kembali kepercayaan dirinya.

Kini, setelah sempat membela Eintracht Frankfurt dan bersinar di sana, Ekitike justru menjelma menjadi sosok penting di Liverpool. Menjelang pertemuan melawan PSG di Liga Champions, kisah transformasinya kembali jadi sorotan.

Enrique Soroti Lonjakan Performa Ekitike

Pelatih PSG, Luis Enrique, tak menutup mata terhadap perkembangan pesat yang ditunjukkan Ekitike. Ia menilai sang striker kini telah jauh berbeda dibanding saat masih berseragam PSG.

Menurut Enrique, pengalaman bermain di luar Prancis menjadi faktor penting dalam perkembangan Ekitike. Bundesliga menjadi panggung yang membantu sang pemain meningkatkan kualitas dan mental bertandingnya.

Kini bersama Liverpool, Ekitike tampil lebih matang dan konsisten di lini depan. Ia bahkan mampu mencetak total 17 gol dari 43 pertandingan di semua kompetisi musim ini.

"Biasanya, saya tidak berbicara tentang pemain yang tidak lagi berada di PSG. Saya ingat masa-masa ia di sini. Ia bermain sangat baik di Jerman dan sekarang, saat ini, di Liverpool. Ia sekarang adalah pemain internasional dan saya rasa ia telah banyak berkembang. Itu normal," terangnya, seperti dilansir Goal.

Terlalu Muda, PSG Jadi Batu Ujian Berat

Meski mengakui perkembangan Ekitike, Enrique juga menyinggung alasan di balik kegagalan sang striker saat di PSG. Ia menilai faktor usia menjadi salah satu penyebab utama.

Saat pertama kali datang ke PSG, Ekitike masih sangat muda dan belum siap menghadapi tekanan besar di klub elite. Ekspektasi tinggi serta persaingan ketat membuatnya sulit berkembang secara maksimal.

Lingkungan PSG yang dipenuhi pemain bintang membuat ruang berkembang Ekitike menjadi terbatas. Situasi ini berbeda dengan yang ia alami di Jerman, di mana ia mendapat menit bermain lebih konsisten.

“Ia masih sangat muda ketika berada di sini dan ia telah banyak berkembang sejak saat itu. Tetapi ini bukan saatnya untuk berbicara tentang pemain Liverpool," tutup Enrique.

(Goal)

Kylian Mbappe Masuk Klub Elite Usai Bikin Gol di Laga Real Madrid vs Bayern, Susul Ronaldo dan Messi

Read Entire Article
Bisnis | Football |