Program Gentengisasi, UMKM Majalengka Siap Penuhi Kebutuhan Nasional

18 hours ago 15

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait memproyeksikan Majalengka menjadi salah satu sentra utama penyedia genteng nasional. Untuk mendukung program Gentengisasi nasional, dengan melibatkan para pelaku UMKM setempat.

"Kita mulai dari Jawa Barat. Kalau ini berhasil, kita lanjut ke daerah lain seperti Jawa Tengah. Kuncinya kualitas, konsistensi produksi, dan komitmen bersama," ujar Menteri PKP dalam pernyataan tertulis, Sabtu (28/2/2026).

Pria yang akrab disapa Ara ini menegaskan, Kementerian PKP mendukung penuh program Gentengisasi Nasional sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, untuk menghadirkan rumah rakyat yang lebih layak, sejuk, dan berkualitas.

"Program ini bukan charity. Ini program kualitas dan keberlanjutan. UMKM harus naik kelas, industrinya kuat, dan rumah rakyat tidak panas. Kita ingin multiplier effect-nya terasa. Masyarakat senang, industri tumbuh," tegas Ara.

Adapun dalam kunjungan Menteri PKP ke Majalengka, tercapai kesepakatan harga genteng sebesar Rp 4.300 per unit sampai di lokasi proyek untuk wilayah Jawa Barat.

Salah satu pengembang menyampaikan komitmen transaksi awal senilai sekitar Rp 12,6 miliar dari satu pelaku usaha. Targetnya, transaksi perdana dapat direalisasikan pada awal April 2026.

Tantangan Utama Program Gentengisasi

Ara menekankan bahwa tantangan utama program ini adalah menjaga kualitas dan kapasitas produksi. Genteng yang diproduksi harus memenuhi standar ketahanan minimal 15 tahun, tahan panas dan hujan, serta memiliki nilai estetika, termasuk pengembangan model flat untuk kebutuhan desain perumahan modern.

Untuk menjamin mutu, pemerintah daerah akan memfasilitasi proses sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI). Dari sisi pembiayaan, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) menyatakan kesiapan mendukung melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan.

Direktur Utama BRI Hery Gunardi menegaskan peran pihaknya sebagai penghubung antara pengrajin genteng dan pengembang perumahan. Sehingga ekosistem industri daerah dapat tumbuh sehat dan berkelanjutan.

"Buyer sudah jelas, demand sudah ada. Yang penting kualitas dijaga dan produksinya cukup. BRI siap berada di tengah untuk memperkuat pembiayaan UMKM dan sektor perumahan," kata Hery.

Menperin: Program Gentengisasi Jadi Momentum Penting Industri Genteng dan Keramik

Sebelumnya, Kementerian Perindustrian mendukung penuh program “Gentengisasi” yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto beberapa waktu lalu. Program ini dinilai sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas hunian masyarakat, penguatan estetika lingkungan permukiman, serta penggunaan material bangunan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Presiden memperkenalkan program Gentengisasi merupakan bagian dari Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah). Program ini diharapkan dapat mendorong keterlibatan industri nasional sehingga memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. 

Sejalan dengan arahan Presiden tersebut, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan bahwa program gentengisasi merupakan peluang strategis bagi industri genteng dan keramik nasional untuk meningkatkan kapasitas produksi, memperluas investasi, serta memperkuat daya saing produk dalam negeri melalui penerapan standardisasi dan pemanfaatan teknologi industri.

“Program gentengisasi ini menjadi momentum penting bagi industri genteng dan keramik nasional untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing, sekaligus memperkuat struktur industri material bangunan dalam negeri,” ujar Menperin dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (25/2).

Penerapan Standardisasi

Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI), Emmy Suryandari, menegaskan bahwa penguatan industri material bangunan melalui program gentengisasi perlu didukung dengan penerapan standardisasi yang konsisten serta penguatan layanan teknis di seluruh unit kerja BSKJI.

“BSKJI mendorong agar program gentengisasi ini tidak hanya berfokus pada peningkatan volume produksi, tetapi juga pada pemenuhan standar mutu, efisiensi proses, dan aspek keberlanjutan. Standardisasi dan layanan jasa industri menjadi instrumen penting untuk memastikan produk genteng nasional memiliki kualitas yang terjamin dan mampu bersaing di pasar domestik maupun global,” ujar Emmy.

Read Entire Article
Bisnis | Football |