Piala Dunia 2026: Tiga Kartu Merah di Laga Pembuka Bikin Cemas

8 hours ago 11

Liputan6.com, Jakarta - Piala Dunia 2026 mendapat perhatian setelah laga pembuka Meksiko vs Afrika Selatan berakhir dengan tiga kartu merah. Kondisi itu membuat mantan penyerang Inggris, Alan Shearer, mempertanyakan apakah keputusan wasit akan terlalu ketat sejak awal turnamen.

Meksiko menang 2-0 atas Afrika Selatan dalam pertandingan perdana yang langsung menghadirkan banyak keputusan kontroversial. Shearer menilai beberapa insiden dalam laga tersebut berpotensi menjadi pembahasan besar dalam beberapa hari pertama kompetisi.

Pandangan Shearer muncul karena kartu merah diberikan kepada dua pemain Afrika Selatan dan satu pemain Meksiko. Ia menganggap fase awal turnamen sering menghadirkan standar baru yang membuat setiap keputusan terasa lebih serius.

Kartu Merah Memicu Perdebatan

Yaya Sithole menjadi pemain pertama yang keluar lapangan setelah menjatuhkan Brian Gutierrez di area dekat kotak penalti. Themba Zwane kemudian mendapat kartu merah usai tinjauan VAR karena tangannya mengenai wajah Roberto Alvarado dalam sebuah duel.

Cesar Montes juga mendapat kartu merah untuk tuan rumah pada masa tambahan waktu. Situasi itu membuat Shearer menyampaikan kekhawatirannya melalui podcast Rest Is Football.

“Sedikit kekhawatiran saya adalah ini seperti awal musim ketika Anda berharap semuanya sangat ketat, dan saya pikir hal itu bisa terjadi di sini, bahwa selama sekitar 10 hari pertama, Anda mungkin melihat keputusan yang akan kita bicarakan,” ujar Shearer. Ia menambahkan bahwa kartu merah pertama terlihat jelas, sementara dua keputusan lain masih berada di area perdebatan.

Kartu Merah yang Terlalu Berlebihan

Rekan Shearer, Micah Richards, memiliki pandangan berbeda terkait salah satu keputusan wasit. Ia menilai kartu merah untuk Zwane terlalu berlebihan karena pemain tersebut terlihat berusaha menggunakan tubuhnya saat duel.

Richards mengatakan bahwa keputusan seperti itu dapat memengaruhi cara pemain bertanding jika standar diterapkan terlalu tinggi. Perdebatan tersebut menjadi bagian dari tantangan besar bagi wasit di Piala Dunia 2026.

Wasit dan VAR kini akan mendapat perhatian lebih besar setelah pertandingan pembuka berlangsung penuh keputusan penting. Konsistensi menjadi faktor utama agar turnamen berjalan adil bagi seluruh tim peserta.

Sumber: The Independent

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Penantian Panjang Inggris di Piala Dunia

Read Entire Article
Bisnis | Football |