Piala Dunia 2026, Momentum FIFA Untung Besar Sekaligus Bagi-bagi 'Rezeki

9 hours ago 14

Liputan6.com, Jakarta - Piala Dunia 2026 sudah dimulai dengan format barunya yang berjumlah 48 tim kontestan. Meski menuai pro dan kontra, edisi ke-23 dari pentas bola dunia tersebut dinilai menghasilkan banyak keuntungan, yang bukan hanya dirasakan oleh FIFA.

Piala Dunia 2026 jadi edisi perdana dalam penambahan jumlah peserta dari 32 menjadi 48 negara. Perubahan ini membuat fase penyisihan Piala Dunia 2026 terdiri dari 12 grup dengan masing-masing grup berisikan empat tim. 

Nantinya dua tim teratas di setiap grup dan delapan tim peringkat ketiga terbaik melaju ke fase gugur, yang dimulai dari babak 32 besar. Dampaknya, jumlah pertandingan turut bertambah dari 64 ke 104 laga. Selain itu, tim yang mencapai babak semifinal akan meningkat dari tujuh menjadi delapan laga. 

Salah satu tujuan FIFA menambah kontestan adalah agar tim-tim yang selama ini kesulitan lolos ke Piala Dunia, bisa merasakan panggung sepak bola terbesar sejaga raya. Hal ini sudah terbukti dengan lolosnya Yordania, Uzbeksitan, Curacao dan Tanjung Verde untuk pertama kali. Lalu Republik Demokratik (RD) Kongo dan Haiti yang akhirnya tampil di Piala Dunia lagi setelah 52 tahun.

Bisnis Lebih Menjanjikan

Tapi di luar itu, pengamat sepak bola Ronny Pangemanan menilai ada satu alasan lain di balik keputusan FIFA menambah jumlah peserta dari 32 menjadi 48 tim. Yakni berkaitan dengan bisnis dan keuntungan.

"Ya ini kan didesain oleh FIFA untuk memperbanyak jumlah tim. Kenapa? Karena pertama yang saya lihat dari sisi bisnis kan. Jadi akan lebih jauh lebih menguntungkan ini. FIFA kan selalu berorientasi dengan duit kan," kata Ropan, sapaan akrabnya saat dihubungi Liputan6.com, Kamis (11/6).

Menurut Ropan, keuntungan yang diperoleh FIFA dari Piala Dunia 2026 sangat besar. Hal itu bisa dilihat dari meningkatnya total hadiah prestasi (prize money) dari hanya US$ 440 juta menjadi US$ 871 juta. Tim juara diperkirakan bakal menerima uang sekitar US$ 53,5 juta, setara nyaris Rp 1 triliun. Edisi kali ini jadi Piala Dunia paling mahal sepanjang sejarah.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

"Tentu untung besar. Karena, memang besar karena sponsornya itu banyak di Piala Dunia, kan. Bisa dibayang, ini untung besar. Kenapa sampai banyak begini?" tuturnya. "Nilainya aja untuk hadiah udah, udah tinggi sekali. Juaranya aja berapa tuh? 53 juta dolar US. Wah, itu berapa banyak itu, berapa miliar itu, bahkan bisa mencapai triliun lagi itu," kata Ropan menambahkan.

Read Entire Article
Bisnis | Football |