Pertamina Andalkan 345 Armada Kapal untuk Pastikan Distribusi Energi Tetap Lancar

6 hours ago 7

Liputan6.com, Jakarta - Distribusi energi nasional terus dijaga oleh PT Pertamina (Persero) melalui armada kapal yang beroperasi di berbagai jalur maritim Indonesia. Di tengah tantangan geopolitik global, jalur laut tetap menjadi tulang punggung dalam memastikan pasokan energi seperti BBM dan LPG sampai ke berbagai wilayah Nusantara.

Salah satu contohnya terlihat dari keberhasilan kapal LPG tanker MT Gas Attaka yang pekan ini sandar di jetty Integrated Terminal LPG di Amurang. Kapal tersebut membawa sekitar 1.700 metrik ton LPG untuk memperkuat ketahanan pasokan energi di wilayah Sulawesi dan Kalimantan.

Selain itu, kapal LPG tanker Gas Ambalat juga berhasil bersandar di wilayah Kalbut. Kapal tersebut membawa pasokan LPG yang diperuntukkan bagi kebutuhan masyarakat di Jawa Timur dan sekitarnya.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menegaskan bahwa jalur maritim memiliki peran penting dalam mendukung distribusi energi nasional, mengingat karakteristik Indonesia sebagai negara kepulauan.

"Di tengah geopolitik global, Pertamina terus berkomitmen untuk mengupayakan distribusi energi. Kapal-kapal kami dalam perjalanan untuk mengantar energi ke masyarakat," jelasnya.

Armada Kapal Layani Distribusi hingga Wilayah 3T

Secara keseluruhan, Pertamina melalui subholding Downstream mengoperasikan sebanyak 345 kapal, baik kapal milik maupun kapal chartered, yang terdiri dari 271 kapal pengangkut BBM/BBK, 27 kapal pengangkut Crude, 4 Kapal mengangkut petrochemical dan 43 kapal pengangkut LPG. Armada ini melayani berbagai rute termasuk 57 wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) yang tersebar di berbagai penjuru Nusantara, mulai dari Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku hingga Papua.

Ia menambahkan, operasional kapal dilakukan oleh awak yang bekerja secara bergantian selama 24 jam guna memastikan distribusi berjalan aman dan tepat waktu, terutama dalam menghadapi tantangan cuaca ekstrem dan navigasi geografis di wilayah kepulauan dan daerah 3T.

Menghadapi geopolitik, Pertamina juga memperkuat operasional di seluruh lini bisnisnya. Sebagai perusahaan energi terintegrasi, produksi hulu migas didorong untuk meningkat sehingga dapat menambah kontribusi produksi dalam negeri. Selain itu, optimalisasi pengolahan kilang untuk memenuhi kebutuhan produk energi bagi masyarakat dan sektor industri.

Perkuat Kolaborasi dengan Pemda dan Aparat

Selain penguatan operasional, Pertamina juga memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dan aparat penegak hukum untuk menjaga tata kelola distribusi energi nasional. Pertamina mendukung langkah tegas aparat dalam menindak oknum yang melakukan penimbunan maupun penyalahgunaan BBM dan LPG subsidi.

“Masyarakat dapat berperan aktif dengan melaporkan indikasi penyalahgunaan energi melalui aparat penegak hukum maupun Pertamina Contact Center 135. Pertamina juga mengajak masyarakat untuk menjaga energi bersama-sama, dengan bijak menggunakan energi sesuai kebutuhan,” tutup Baron.

Pertamina sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 dan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDGs). Seluruh upaya tersebut sejalan dengan transformasi Pertamina yang berorientasi pada tata kelola, pelayanan publik, keberlanjutan usaha dan lingkungan, dengan menerapkan prinsip-prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina, berkoordinasi dengan https://www.danantaraindonesia.co.id/.

Read Entire Article
Bisnis | Football |