Peritel Curhat ke Menko Airlangga: Barang Impor Tersendat Masuk ke Mal, Kenapa?

13 hours ago 12

Liputan6.com, Jakarta - Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) mencatat ada sejumlah barang yang terlambat masuk ke mal-mal di Tanah Air. Barang tersebut terutama berasal dari pasokan impor.

Ketua Umum Hippindo Budihardjo Iduansjah mengungkapkan hal tersebut di hadapan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Menurutnya, kendala saat ini terjadi pada produk impor, sementara barang produksi lokal masih dapat dipasok dengan baik.

"Kita berusaha memenuhi stok. Stok yang ada dari lokal cukup terjaga, namun untuk import, Pak Menko, kami menghadapi masalah," ungkap Budihardjo dalam pembukaan BINA Lebaran 2026 di Foodhall Senayan City, Jakarta, Jumat (6/3/2026).

Keterlambatan barang tersebut disampaikan Budi di tengah isu penutupan Selat Hormuz akibat konflik antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran. Meski demikian, ia tidak secara langsung menyebut keterlambatan barang impor tersebut disebabkan oleh konflik tersebut.

Menurutnya, keterlambatan barang impor dapat memengaruhi stok barang di toko-toko yang berada di pusat perbelanjaan. Hal ini dikhawatirkan dapat mengganggu penjualan pada masa puncak konsumsi seperti Lebaran 2026.

"Mungkin nanti bisa koordinasi bahwa barang-barang di mal, banyak yang impor agak telat, sehingga mungkin lebaran ini kita agak terganggu untuk penjualannya," sebutnya.

Minta Pemerintah Antisipasi

Budihardjo mengatakan, sejumlah momen hari besar pada 2026 berlangsung cukup berdekatan, mulai dari Tahun Baru Imlek, Ramadan, Lebaran, hingga Nyepi. Kondisi serupa juga diperkirakan terjadi pada 2027 mendatang.

"Jadi event-event yang numpuk semua, mungkin untuk tahun depan kita harus mulai pikirkan yang mana Puasa dan Lebaran akan makin dekat, itu akan membuat suatu, kita perlu stok yang banyak di bulan Januari (2027)," pinta Budi.

Menurutnya, setidaknya perlu tersedia stok barang yang cukup untuk memenuhi kebutuhan penjualan hingga Maret 2027. Hal ini juga berkaitan dengan potensi hambatan impor yang saat ini mulai dirasakan para peritel.

"Jadi harapan kami bisa koordinasi dari Bea Cukai, Kementerian Perindustrian, Perdagangan, dan semua kementerian, Kementan, barang-barang itu harus ada, atau kita akan kehilangan momentum penjualan," tandasnya.

Bidik Transaksi Rp 53 Triliun

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto melihat peluang peningkatan belanja masyarakat menjelang Lebaran 2026. Pemerintah menargetkan transaksi belanja di pusat perbelanjaan atau mal bisa mencapai Rp53 triliun.

Target tersebut diharapkan tercapai melalui program Belanja di Indonesia Aja (BINA) Lebaran 2026. Airlangga berharap program ini dapat efektif mendorong konsumsi domestik.

"Saya monitor BINA (Lebaran 2026) targetnya sekarang Rp 53 triliun dan ini naik 20% dibandingkan tahun yang lalu, dan kami berharap ini akan terus meningkatkan konsumsi dalam negeri," ungkap Airlangga di Foodhall Senayan City, Jakarta, Jumat (6/3/2026).

Diskon Jumbo di Mal

Hal tersebut diharapkan tercapai melalui berbagai promo besar yang ditawarkan pusat perbelanjaan. Airlangga menyebut diskon yang diberikan bahkan bisa mencapai 70% hingga 80%.

"Tadi janjinya diskonnya 70-80% iya bu, betul ga bu? Tapi saya lihat tadi (durian) montong itu belum ada diskonnya, biasanya 70 sampai 80%," kata Airlangga seraya berkelakar.

Sebagai informasi, program BINA Lebaran 2026 berlangsung pada 6-30 Maret 2026. Periode ini mencakup dua pekan Ramadan hingga masa libur Idulfitri yang diharapkan menjadi momentum peningkatan belanja masyarakat.

"Tentu kami berharap bahwa momentum ini bisa mendorong pertumbuhan ekonomi di kuartal pertama," tandasnya.

Read Entire Article
Bisnis | Football |