Pasar Bergejolak! Harga Emas Turun ke Level Terendah

9 hours ago 24

Liputan6.com, Jakarta - Harga emas dunia mengalami tekanan pada awal pekan ini. Logam mulia tersebut bahkan sempat menyentuh level terendah dalam sepekan, seiring meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Penurunan harga emas terjadi di tengah penguatan dolar AS serta lonjakan harga minyak global. Kondisi ini memicu ketidakpastian di pasar keuangan dan membuat investor cenderung mengalihkan asetnya.

Dikutip dari CNBC, Selasa (21/4/2026), harga emas spot tercatat turun 0,3% ke posisi USD 4.818,03 per ons, setelah sebelumnya menyentuh titik terendah sejak 13 April. Sementara itu, kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Juni melemah 0,8% menjadi USD 4.839,10 per ons.

Penguatan dolar AS menjadi salah satu faktor utama yang menekan harga emas. Mata uang tersebut sempat mencapai level tertinggi dalam sepekan, sebelum akhirnya hanya naik tipis.

Ketegangan geopolitik kembali meningkat setelah Amerika Serikat mengambil alih kapal kargo milik Iran. Peristiwa ini memicu kekhawatiran akan gagalnya kesepakatan gencatan senjata antara kedua negara.

Dampaknya langsung terasa di pasar energi. Harga minyak melonjak sekitar 5% karena kekhawatiran gangguan pasokan, terutama di jalur strategis Selat Hormuz.

Daya Tarik Emas Berkurang

Analis pasar dari City Index dan FOREX.com, Fawad Razaqzada, menilai kondisi ini memperbesar tekanan terhadap emas.

“Situasi di Timur Tengah jelas kembali meningkat, sehingga proyeksi harga emas kami sedikit condong ke arah penurunan di tengah meningkatnya risiko lonjakan tajam harga minyak, yang dapat mendorong dolar dan imbal hasil obligasi lebih tinggi,” ujarnya.

Selain itu, imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun juga mengalami kenaikan, yang semakin mengurangi daya tarik emas sebagai aset tanpa imbal hasil.

Di tengah kondisi suku bunga global yang tinggi, daya tarik emas sebagai lindung nilai inflasi mulai berkurang. Bahkan, suku bunga diperkirakan akan tetap tinggi lebih lama jika tekanan inflasi meningkat akibat konflik geopolitik.

Harga Logam Mulia Lain

Analis senior di Kitco Metals, Jim Wyckoff, menyebut pelaku pasar saat ini lebih condong pada sentimen negatif.

“Trader emas saat ini memilih faktor harian yang bearish seperti dolar yang lebih kuat dan imbal hasil yang lebih tinggi. Secara teknikal, target kenaikan berikutnya adalah menutup harga di atas resistance kuat di USD 5.000,” jelasnya.

Tak hanya emas, logam mulia lainnya juga ikut melemah. Harga perak turun 0,8% menjadi USD 80,18 per ons, platinum merosot 1,2% ke USD 2.077,35, dan paladium turun 0,3% ke USD 1.554,48 setelah sempat menyentuh level terendah dalam sepekan.

Read Entire Article
Bisnis | Football |