Nilai Tukar Rupiah Tembus Level Psikologis, Diproyeksi Bisa Sentuh Rp 17.400 Akhir Bulan

5 hours ago 9

Liputan6.com, Jakarta - Nilai tukar rupiah kembali melemah pada perdagangan Kamis pagi. Mata uang Garuda turun 108 poin atau 0,63 persen menjadi Rp17.289 per dolar Amerika Serikat (AS), dari sebelumnya Rp17.181 per dolar AS.

Sedangkan mengutip data Trading Economics, hingga pukul 10.40 nilai tukar rupiah tercatat Rp 17.295 per dolar AS. Rupiah sempat menembus level Rp 17.300 per dolar AS pada Kamis pukul 09.00.

Pelemahan rupiah hingga menembus level psikologis Rp 17.300 per dolar AS ini mencerminkan tekanan yang masih kuat dari faktor global maupun domestik.

Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, menilai pelemahan rupiah berpotensi berlanjut dalam waktu dekat.

“Ya hari ini rupiah tembus di atas 17.300. Artinya ekspektasi 17.300 sudah kena di hari Kamis,” ujarnya, Kamis (23/4/2026).

Ia bahkan memperkirakan nilai tukar rupiah bisa semakin tertekan hingga menyentuh Rp 17.400 per dolar AS pada akhir April 2026.

“Dan kemungkinan besar di akhir April yaitu minggu depan kemungkinan akan tembus level Rp 17.400, sebenarnya awalnya itu adalah ekspektasi tahun 2026,” kata Ibrahim.

Tekanan Eksternal: Konflik AS-Iran dan Selat Hormuz

Ibrahim menjelaskan, salah satu penyebab utama pelemahan rupiah berasal dari faktor eksternal, terutama ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran.

Ia menyoroti kegagalan perundingan antara kedua negara yang dimediasi Pakistan, setelah Iran menolak hadir.

“Dalam pertemuan di minggu ini antara Amerika dengan Iran yang dipasilitasi oleh Pakistan, Iran tidak ikut dalam perundingan tersebut,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi ini dipicu oleh ketidakpercayaan Iran terhadap AS, terutama terkait kebijakan gencatan senjata dan insiden di jalur pelayaran strategis Selat Hormuz.

“Iran siap untuk melakukan perang panjang dan Iran sudah tidak percaya lagi terhadap Amerika,” katanya.

Ketegangan ini berpotensi mengganggu jalur distribusi energi global, yang pada akhirnya menekan nilai tukar rupiah melalui kenaikan harga minyak dunia.

Faktor Domestik: Harga Minyak dan Beban APBN

Selain faktor global, tekanan terhadap rupiah juga datang dari dalam negeri, terutama terkait lonjakan harga minyak dunia.

Ibrahim menyebut harga minyak saat ini telah melampaui asumsi dalam APBN 2026.

“Kita tahu bahwa di APBN tahun 2026 harga minyak itu dipatok di USD 70 dolar per barrel. Batas maksimal itu adalah USD 92. Artinya saat ini sudah di atas USD 92 dolar per barrel,” ujarnya.

Kondisi ini berdampak pada peningkatan beban impor energi Indonesia yang mencapai sekitar 1,5 juta barel per hari, dari total kebutuhan 2,1 juta barel per hari.

Akibatnya, pemerintah harus menyiapkan anggaran lebih besar, yang berpotensi memperlebar defisit.

“Ini membuat anggaran, defisit anggaran Indonesia kemungkinan besar akan kembali melebar,” kata Ibrahim.

Selain itu, kebijakan subsidi energi yang masih besar juga dinilai menjadi tekanan tambahan bagi fiskal pemerintah.

Read Entire Article
Bisnis | Football |