Negara Paling Doyan Investasi ke RI, Singapura Tanamkan Rp 79,5 Triliun

5 hours ago 8

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat 5 negara yang membukukan realisasi investasi asing terbesar di Indonesia pada kuartal I 2026. Singapura jadi negara penyuntik modal terbesar, dengan nilai investasi jauh lebih tinggi dibanding negara lainnya.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani mengungkapkan, negeri tetangga Indonesia tersebut merealisasikan penanaman modal senilai USD 4,6 miliar, atau setara Rp 79,5 triliun di triwulan pertama tahun ini.

"Memang kalau kita lihat selama 10 tahun terakhir ini Singapur konsisten dari segi pencatatannya menjadi negara terbesar FDI (foreign direct investment), kurang lebih sebesar USD 4,6 miliar," ujar Rosan di Kantor Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Jakarta, Kamis (23/4/2026).

Adapun 3 besar penanam modal di Indonesia seluruhnya berasal dari Asia. Dengan Hong Kong di posisi kedua lewat investasi senilai USD 2,7 miliar, diikuti China di posisi ketiga dengan suntikan dana USD 2,2 miliar.

Berikutnya di urutan keempat ditempati oleh Amerika Serikat, dengan realisasi investasi pada kuartal I 2026 sekitar USD 1,3 miliar. Sedangkan di posisi ke lima yakni Jepang, yang mencatatkan USD 1 miliar.

Rosan juga sempat mengungkap negara-negara lain dengan realisasi investasi besar, tetapi dia tidak memaparkan secara spesifik berapa nilainya. "Negara-negara lain berikutnya seperti Korea Selatan, Malaysia, dan juga Belanda mengikuti di urutan berikutnya," ungkapnya.

Total Realisasi Rp 498 Triliun

Secara total, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM mencatat realisasi Investasi pada kuartal I 2026 tembus sebesar Rp 498,8 triliun. Jumlah itu naik 7,2 persen secara tahunan (YoY) dibanding kuartal I 2025 sebesar Rp 465,2 triliun, dan tumbuh tipis 0,4 persen dari kuartal IV 2025 sebesar Rp 496,9 triliun.

"Alhamdulillah Kementerian Investasi dan Hilirisasi bersama seluruh dunia usaha, baik dalam dan luar negeri, dan badan terkait lain menyampaikan bahwa target investasi pada triwulan I 2026 bisa tercapai dan lebih sedikit," kata Rosan pada kesempatan sama.

Rosan melanjutkan, realisasi investasi pada kuartal I 2026 memakan porsi sekitar 24,4 persen dari target total investasi tahun ini senilai Rp 2.041,3 triliun. "Yang penting juga penyerapan tenaga kerjanya itu adalah 706.569 orang, atau 18,9 persen peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya," imbuhnya.

Didominasi Investasi Asing

Dari total investasi yang masuk di triwulan I 2026, Rp 250 triliun (50,1 persen) berasal dari pemasukan modal asing (PMA). Sementara sisa Rp 248,8 triliun (49,9 persen) berasal dari pemasukan modal dalam negeri (PMDN).

Secara alokasi, sekitar Rp 247,5 triliun (49,6 persen) ditanamkan di Pulau Jawa. Sedangkan Rp 251,3 triliun (50,4 persen) disuntikan di luar Pulau Jawa.

Adapun realisasi investasi terbesar masih berada di Jakarta, yang memakan porsi 15,8 persen dengan besaran Rp 78,7 triliun. Diikuti Jawa Barat sebesar Rp 76,8 triliun (15,4 persen), Banten Rp 34,4 triliun (6,9 persen), Jawa Timur Rp 32,6 triliun (6,5 persen), dan Sulawesi Tengah Rp 32,1 triliun (6,4 persen).

Read Entire Article
Bisnis | Football |