Netanyahu Ternyata Kesulitan Bujuk Trump soal Iran

13 hours ago 14

Jakarta, CNN Indonesia --

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengakui kesulitan untuk memengaruhi posisi Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengenai perang dengan Iran.

Media lokal Israel Channel 13 pada Minggu (24/5), mengutip sumber politik, melaporkan pengakuan Netanyahu muncul saat diskusi informal. Ia juga menyampaikan kekhawatirannya soal negosiasi AS-Iran.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Netanyahu mengakui bahwa Israel saat ini "tidak punya ruang gerak" untuk memengaruhi keputusan Trump, demikian dikutip Anadolu Agency.

AS dan Iran saling mengajukan usulan untuk negosiasi lanjutan demi mengakhiri perang. Tiap usulan AS diserahkan ke Iran, Trump selalu mengancam Teheran agar sesegera mungkin menyetujui proposal itu.

Terbaru tepatnya pada Sabtu (23/5), Trump mengatakan kesepakatan dengan Iran sebagian besar sudah dinegosiasikan dan menunggu finalisasi.

Di tengah upaya itu, kabinet Netanyahu menggelar pertemuan untuk mengantisipasi kesepakatan AS-Iran jika tercapai.

Kekhawatiran pemerintahan Netanyahu meningkat karena mereka menganggap upaya diplomatik tak cukup mencegah Iran mengembangkan kemampuan nuklir di masa depan.

Sumber-sumber yang mengetahui masalah ini lalu mengatakan Netanyahu menghubungi Trump untuk membahas persoalan tersebut.

Dalam telepon, Netanyahu menyatakan keprihatinan atas penundaan tindakan masalah nuklir Iran dan mengaitkan gencatan senjata Lebanon dalam kesepakatan yang sedang dirancang.

Lebih lanjut, sumber-sumber politik mengatakan Israel meyakini pemimpin tertinggi Iran Mojtaba Khamenei adalah "satu-satunya" orang yang bisa menggagalkan kesepakatan AS-Iran.

(isa/dna)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Bisnis | Football |