Mohamed Salah Cedera di Piala Dunia 2026, Bagaimana Kondisinya?

20 hours ago 16

Liputan6.com, Jakarta - Mohamed Salah membuat Timnas Mesir berada dalam situasi penuh kekhawatiran setelah mengalami cedera saat menghadapi Iran pada laga terakhir Grup G Piala Dunia 2026. Kapten The Pharaohs harus ditarik keluar pada awal babak kedua setelah merasakan masalah pada bagian hamstring kirinya.

Cedera Mohamed Salah menjadi perhatian besar karena perannya sangat penting bagi perjalanan Mesir di Piala Dunia 2026. Meski bermain imbang 1-1 melawan Iran, Mesir tetap mencatat sejarah dengan lolos ke fase gugur untuk pertama kalinya.

Tim asuhan Hossam Hassan finis di posisi kedua Grup G di bawah Belgia dan memastikan tiket ke babak 32 besar. Namun, kebahagiaan tersebut sedikit terganggu setelah Salah terlihat menggunakan kompres es pada bagian kaki kirinya seusai pertandingan.

Mesir kini bersiap menghadapi Australia pada babak 32 besar. Kondisi Salah menjadi faktor krusial karena pemain berusia 34 tahun itu merupakan sosok utama dalam lini serang Mesir di turnamen ini.

Salah Yakinkan Hossam Hassan soal Kondisi Cedera

Mohamed Salah mencoba memberikan ketenangan kepada pelatih Mesir, Hossam Hassan, terkait kondisi cederanya. Sang pemain disebut meyakinkan bahwa masalah yang dialaminya tidak terlalu serius.

"Salah meminta untuk diganti, tetapi kami masih belum mengetahui diagnosisnya," kata Hossam Hassan seperti dikutip oleh Al-Ahram.

"Karena dia merasakan sesuatu, itu berarti ada sesuatu. Dia akan menjalani pemindaian, dan kami berharap yang terbaik."

Hossam Hassan tetap menunjukkan optimisme bahwa Salah bisa kembali bermain ketika Mesir menjalani laga berikutnya. Pelatih berusia 59 tahun itu juga mengaku sudah berbicara langsung dengan sang kapten.

"Saya sudah berbicara dengan Salah, dan dia mengatakan dia akan baik-baik saja, dan itu bukan cedera serius. Kami masih punya waktu untuk berbicara dengan tim medis. Saya pikir dia akan kembali," ucap Hossam Hassan.

Mesir Ukir Sejarah di Piala Dunia 2026

Lolos ke babak 32 besar menjadi pencapaian bersejarah bagi Mesir. Sebelumnya, The Pharaohs selalu gagal melewati fase grup dalam tiga penampilan mereka di Piala Dunia.

Mesir tampil cukup solid sepanjang fase grup dan mampu bersaing dengan Belgia, Iran, serta lawan lainnya di Grup G. Mereka akhirnya memastikan posisi kedua setelah mengoleksi hasil yang cukup untuk mengamankan tiket ke fase gugur.

Hossam Hassan menilai keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh pemain. Ia juga menegaskan Mesir tampil dengan karakter kuat sepanjang turnamen.

"Saya mengucapkan selamat kepada seluruh rakyat Mesir. Kami mendominasi penguasaan bola sepanjang pertandingan. Kami lolos ke babak selanjutnya untuk pertama kalinya, dan kami hanya terpaut selisih gol dari puncak grup," kata Hossam Hassan.

Sumber: FotMob

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Setelah Nico Paz, Kini Bek Chelsea Jadi Target Ambisius Como

Read Entire Article
Bisnis | Football |