Piala Dunia 2026: Jerman Harus Banyak Berbenah Kalau Tidak Mau Terhenti di Babak 32 Besar!

10 hours ago 15

Liputan6.com, Jakarta - Legenda Timnas Jerman, Toni Kroos, melontarkan kritik tajam terhadap performa Die Mannschaft usai menutup fase grup Piala Dunia 2026 dengan hasil yang kurang meyakinkan. Menurut Kroos, Jerman berpotensi tersingkir di babak 32 besar saat menghadapi Paraguay jika tidak segera memperbaiki dua kelemahan utama dalam permainan mereka.

Jerman sebenarnya berhasil lolos ke babak 32 besar Piala Dunia sebagai juara Grup E. Anak asuh Julian Nagelsmann itu meraih kemenangan telak 7-1 atas Curacao dan menang tipis 2-1 atas Pantai Gading.

Namun, pada laga terakhir fase grup, tim asuhan Julian Nagelsmann harus mengakui keunggulan Ekuador dengan skor 1-2 meski sempat unggul lebih dulu lewat gol Leroy Sane.

Dalam pertandingan tersebut, Nagelsmann menurunkan susunan pemain tertua Jerman di Piala Dunia sejak edisi 1998. Penampilan tim yang dinilai lambat dan kurang agresif pun menuai banyak kritik.

Sorotan juga tertuju kepada Jamal Musiala dan Florian Wirtz. Dua gelandang kreatif yang diharapkan menjadi motor serangan Jerman itu gagal menunjukkan performa terbaik karena kesulitan menghadapi permainan fisik yang diperagakan Ekuador.

Simak komentar lengkap Kroos seputar performa Jerman di bawah ini.

Penampilan di Bawah Standar

Berbicara dalam siaran langsung TikTok baru-baru ini, Kroos mengaku tidak sependapat dengan pernyataan Nagelsmann yang menilai para pemainnya tetap memiliki hasrat menang yang sama besar meski sudah memastikan tiket ke babak gugur.

"Jerman harus menjadi tim yang tidak menyenangkan untuk dihadapi. Artinya, mereka harus mampu bertahan dengan baik dan bermain lebih tangguh. Saat ini mereka belum mampu melakukannya," ujar Kroos.

"Mereka juga membutuhkan Jamal Musiala dan Florian Wirtz dalam performa terbaik mereka. Sayangnya, saat ini kami belum melihat itu."

Wajib Benahi Dua Aspek Ini

Kroos menilai dua aspek tersebut harus segera diperbaiki jika Jerman ingin melangkah lebih jauh di turnamen ini.

"Jika dua hal itu tidak berubah, perjalanan kami tidak akan berlangsung lama. Dulu kami juga pernah memainkan pertandingan yang buruk, seperti saat melawan Aljazair. Namun, kami tetap mampu memenangkan pertandingan yang tidak berjalan baik. Saya rasa tim Jerman saat ini belum memiliki kemampuan seperti itu," lanjutnya.

Meski mengakui seluruh pemain telah bekerja keras, Kroos tetap berpendapat bahwa faktor rasa puas setelah memastikan lolos dari fase grup turut memengaruhi penampilan tim.

"Ini adalah kelompok pemain yang selalu memberikan segalanya. Namun, saya tidak sepakat dengan pelatih yang mengatakan bahwa rasa puas sama sekali tidak berpengaruh. Ketika Anda sudah memastikan lolos, hal itu pasti ada di dalam pikiran. Itu sangat manusiawi dan tidak bisa diabaikan begitu saja. Selain itu, kami memang bukan tim yang mengandalkan kekuatan fisik," tutup Kroos.

Sumber: Toni Kroos Tiktok Live

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Klasemen Moto3 2026: Gagal Finis di Assen, Veda Ega Pratama Melorot

Read Entire Article
Bisnis | Football |