Menlu Iran Tiba di Pakistan, Tapi Ogah Temui Perwakilan AS

13 hours ago 13

Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi tiba di Islamabad, Pakistan, Jumat (24/4) waktu setempat. Ia hadir untuk memulai kembali pembicaraan perdamaian dengan Amerika Serikat (AS).

Melansir Reuters, Kementerian Luar Negeri Pakistan mengkonfirmasi kedatangan Araghchi di Islamabad. Sejumlah tentara militer disiagakan di seluruh bagian pusat kota.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut dua sumber pemerintah, Araghchi akan langsung menghadiri pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Pakistan Ishaq Dar di Hotel Serena, tempat putaran pertama pembicaraan dengan AS diadakan.

Araghchi menulis di X bahwa ia mengunjungi Pakistan, Oman, dan Rusia untuk berkoordinasi terkait urusan bilateral dan berkonsultasi tentang perkembangan regional. Kunjungan tersebut akan mencakup konsultasi tentang upaya terbaru untuk mengakhiri perang.

Namun, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan bahwa pejabat negaranya--dalam hal ini Araghchi--tidak akan bertemu perwakilan AS. Pihak Iran hanya akan menyampaikan pandangannya ke perwakilan Pakistan.

Padahal, sebelumnya Presiden AS Donald Trump mengatakan, Iran berencana untuk memenuhi tuntutan AS dengan sejumlah tawaran. Namun, tak dijelaskan dengan pasti tawaran apa yang dimaksud.

Sebelumnya, Sekretaris Gedung Putih Karoline Leavitt juga mengatakan bahwa utusan khusus AS, Steve Witkoff dan Jared Kushner, akan berangkat ke Pakistan pada Sabtu (25/4) pagi untuk melakukan pembicaraan dengan Araghchi. Ia juga optimistis bahwa ada beberapa kemajuan dari pihak Iran.

Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengatakan, Iran memiliki kesempatan untuk membuat kesepakatan baik dengan negaranya.

"Iran tahu bahwa mereka masih memiliki kesempatan untuk memilih dengan bijak. Yang perlu mereka lakukan hanyalah meninggalkan senjata nuklir dengan cara yang bermakna dan dapat diverifikasi," ujar Hegseth.

Pada medio April lalu, perundingan damai putaran pertama telah berlangsung di Hotel Serena, Islamabad, Pakistan. Putaran terakhir perundingan sebelumnya diperkirakan akan dilanjutkan pada Selasa (21/4), namun tak terjadi. Iran mengaku belum siap untuk hadir dan delegasi AS juga belum meninggalkan negaranya.

Pada Selasa, Trump secara sepihak memperpanjang gencatan senjata selama dua pekan untuk memberikan lebih banyak waktu bagi pertemuan para negosiator.

Sejak meletus pada 28 Februari lalu, konflik antara Iran dan AS masih terus berlangsung hingga saat ini. Konflik ini berimbas pada banyak sektor, termasuk gangguan di Selat Hormuz yang membuat harga minyak terus melonjak.

(asr)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Bisnis | Football |