Mengapa Mohamed Salah Pergi? 3 Alasan di Balik Perpisahan Mengejutkannya dengan Liverpool

10 hours ago 12

Liputan6.com, Jakarta - Mohamed Salah akan meninggalkan Liverpool pada akhir musim 2025/2026. Keputusan ini mengejutkan banyak pihak.

Padahal, Salah baru saja meneken kontrak baru pada April 2025. Ia sempat menegaskan komitmennya untuk bertahan di Anfield.

Namun, situasi berubah drastis dalam satu musim. Performa tim yang menurun ikut memengaruhi posisi Salah.

Kini, perpisahan tampak tak terelakkan. Ada sejumlah faktor yang mendorong keputusan besar tersebut.

1. Musim Buruk Liverpool dan Tekanan Berlebih pada Salah

Liverpool memasuki musim 2025/2026 dengan ekspektasi tinggi. Mereka berstatus juara bertahan Premier League.

Manajemen juga mendatangkan pemain baru seperti Alexander Isak dan Florian Wirtz. Harapannya, skuad semakin kompetitif.

Namun, realitas di lapangan berbeda. Performa tim justru menurun dan gagal konsisten.

Dalam situasi itu, Salah menjadi sasaran kritik. Ia dianggap tidak mampu membawa tim keluar dari tekanan.

2. Retaknya Hubungan dengan Arne Slot

Masalah internal juga ikut memperburuk situasi. Hubungan Salah dengan pelatih Arne Slot sempat memanas.

Situasi memuncak saat Salah beberapa kali dicadangkan. Keputusan ini memicu ketegangan di ruang ganti.

"Saya dikorbankan". Pernyataan tersebut menjadi simbol kekecewaan Salah. Ia merasa tidak dihargai oleh klub yang telah dibelanya selama bertahun-tahun.

Meski sempat berdamai, hubungan keduanya tidak benar-benar pulih. Hal ini memengaruhi kenyamanan Salah di tim.

3. Penurunan Performa dan Godaan Tawaran Besar

Faktor lain adalah penurunan performa individu. Salah tidak lagi tampil setajam musim-musim sebelumnya.

Dalam 34 laga musim ini, ia hanya mencetak 10 gol. Ini menjadi catatan terburuknya sejak bergabung dengan Liverpool.

Tekanan dari fans juga meningkat. Bahkan, muncul desakan agar pemain muda diberi kesempatan menggantikan perannya.

Di saat bersamaan, tawaran dari MLS dan Liga Pro Saudi datang. Peluang memulai babak baru membuat Salah akhirnya memilih pergi.

Sumber: SportsIlustrated

Peluang Scudetto AC Milan: Tipis Menurut Data, Tapi Masih Ada Skenario Gila di Akhir Musim

Read Entire Article
Bisnis | Football |