Blunder Medis Kylian Mbappe, Real Madrid Pilih Diam: Tak Ada Sanksi, Kembalikan Dokter Lama

10 hours ago 13

Liputan6.com, Jakarta - Real Madrid kembali menjadi sorotan. Kali ini bukan karena performa di lapangan, melainkan polemik serius di balik layar yang melibatkan Kylian Mbappe.

Kasus salah diagnosa cedera Kylian Mbappe memicu gelombang kritik. Kesalahan mendasar itu mencoreng reputasi klub.

Yang mengejutkan, respons klub justru terkesan pasif. Tidak ada tindakan tegas terhadap tim medis yang terlibat.

Situasi ini menimbulkan tanda tanya besar. Publik mempertanyakan standar profesionalisme di klub sebesar Real Madrid.

Di tengah sorotan global, keputusan manajemen Madrid justru membuka babak baru kontroversi.

Tidak Ada Sanksi, Madrid Ambil Langkah Tak Terduga

Kesalahan fatal dalam diagnosa cedera Mbappe tidak diikuti dengan sanksi. Real Madrid memilih tidak memecat siapa pun.

Keputusan ini cukup mengejutkan. Mengingat kesalahan yang terjadi tergolong serius dan berdampak langsung pada pemain.

Alih-alih melakukan evaluasi menyeluruh, klub justru mengambil langkah berbeda. Mereka mengembalikan Dr. Niko Mihic ke dalam struktur medis.

Langkah ini memicu perdebatan. Sebab, Mihic sebelumnya dilepas pada 2023 setelah catatan cedera pemain memburuk.

Fokus pada Pemulihan Mbappe di Tengah Tekanan

Di tengah kontroversi, Real Madrid memilih fokus pada kondisi Mbappe. Klub memastikan sang pemain kini mendapat diagnosa yang tepat.

Mbappe pun sudah kembali pulih. Ia bahkan bergabung dengan tim nasional Prancis pada jeda internasional.

Kembalinya Mbappe menjadi kabar positif. Ia diproyeksikan kembali jadi andalan di sisa musim.

Namun, bayang-bayang skandal medis masih belum hilang. Publik menunggu apakah Madrid akan mengambil langkah lebih tegas ke depan.

Sumber: Madrid Universal, El Mundo

Skandal Medis Real Madrid: Salah Diagnosa Cedera Kylian Mbappe Picu Kemarahan dan Sorotan

Read Entire Article
Bisnis | Football |