Masalah Belgia di Piala Dunia 2026: Lini Depan Tak Efisien

2 hours ago 4

Liputan6.com, Jakarta - Belgia harus menerima hasil imbang tanpa gol saat menghadapi Iran pada matchday kedua Grup G Piala Dunia 2026. Bermain di SoFi Stadium, Los Angeles, Senin (22/6) pagi WIB, The Red Devils gagal memaksimalkan dominasi permainan mereka.

Tim asuhan Rudi Garcia sebenarnya tampil agresif sejak awal pertandingan. Belgia menguasai bola dan menciptakan banyak peluang, tetapi lini depan mereka tidak mampu mengubah kesempatan menjadi gol.

Statistik menunjukkan Belgia melepaskan 23 tembakan sepanjang laga. Dari jumlah tersebut, tujuh tembakan mengarah ke gawang, tetapi tidak satu pun berakhir menjadi gol.

Rudi Garcia menilai masalah utama Belgia berada pada penyelesaian akhir. Pelatih asal Prancis itu menyebut timnya tampil sesuai rencana, tetapi kurang tajam ketika berada di area berbahaya.

Rudi Garcia Kecewa dengan Efisiensi Serangan Belgia

Belgia datang ke pertandingan melawan Iran dengan status sebagai tim unggulan. Namun, mereka harus menghadapi pertahanan Iran yang tampil disiplin serta penampilan gemilang kiper Alireza Beiranvand.

"Kami kurang efisien di lini depan. Saya mengharapkan pertandingan seperti ini, dengan penguasaan bola hampir 70 persen, banyak umpan silang, dan banyak tembakan," buka Rudi Garcia.

Garcia menilai jumlah peluang yang diciptakan Belgia sebenarnya cukup untuk memenangkan pertandingan. Hanya saja, kualitas penyelesaian akhir menjadi pembeda dalam laga tersebut.

"Kami mengenai sasaran, tetapi kami tidak cukup menguji kiper. Bermain dengan sepuluh pemain juga tidak membantu. Kami pernah mengalami pertandingan seperti ini sebelumnya dan biasanya mencetak setidaknya tiga gol," sambung Rudi Garcia.

Belgia Harus Segera Bangkit di Laga Berikutnya

Selain masalah penyelesaian akhir, Belgia juga harus menghadapi situasi sulit setelah bermain dengan sepuluh pemain. Kondisi tersebut membuat mereka semakin kesulitan memecah pertahanan Iran.

Garcia mengakui timnya masih membutuhkan waktu untuk menemukan performa terbaik di Piala Dunia 2026. Ia menilai awal perjalanan Belgia di turnamen ini belum berjalan sesuai harapan.

"Itu bagian dari awal yang lambat di Piala Dunia. Kadang-kadang, kami terlihat sedikit ragu-ragu. Kami tahu persis hasil apa yang kami butuhkan melawan Selandia Baru," tutup mantan pelatih AS Roma.

Pada laga sebelumnya, Belgia bermain imbang 1-1 lawan Mesir. Sementara, di laga terakhir Grup G, Setan Merah harus berhadapan dengan Selandia Baru untuk bisa memastikan tiket lolos ke babak 32 Besar.

Sumber: FIFA

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Piala Dunia 2026: Spanyol Mulai Merasakan Dampak Kembalinya Lamine Yamal

Read Entire Article
Bisnis | Football |