Luis de la Fuente Peringatkan Belgia: Performa Terbaik Lamine Yamal Belum Terlihat di Piala Dunia

11 hours ago 8

Liputan6.com, Jakarta - Pelatih tim nasional Spanyol, Luis de la Fuente, melontarkan peringatan kepada Belgia menjelang pertandingan perempat final Piala Dunia. De la Fuente menegaskan bahwa penampilan terbaik penyerang mudanya, Lamine Yamal, "belum keluar" sepenuhnya dalam turnamen empat tahunan tersebut.

Pertandingan krusial ini dijadwalkan berlangsung pada Jumat (10/7/2026). Sejak debutnya yang sensasional, Yamal telah menjadi sorotan utama, memecahkan berbagai rekor usia, dan ekspektasi publik terhadapnya sangat tinggi. Namun, De la Fuente tampaknya ingin meredakan tekanan tersebut sambil tetap mengakui potensi luar biasa sang pemain.

Yamal, yang dua tahun lalu membawa Spanyol meraih kejayaan di Kejuaraan Eropa U-17, belum menunjukkan performa gemilang yang sama di Piala Dunia kali ini. Ia baru mencetak satu gol dan belum menyumbangkan assist, setelah sebelumnya pulih dari cedera akhir musim yang sempat mengkhawatirkan. Kondisi fisiknya yang belum 100% mungkin menjadi salah satu faktor, namun De la Fuente percaya bahwa ini hanyalah fase sementara.

De la Fuente mengakui bahwa versi terbaiknya, Lamine yang menyerang, adalah sesuatu yang belum sepenuhnya kita lihat di Piala Dunia ini. 

Potensi dan Kedewasaan Yamal di Tengah Tantangan

Meskipun statistik gol dan asisnya belum menonjol, Yamal tetap menjadi ancaman konstan bagi para bek lawan, terutama saat menyerang dari sisi kanan Spanyol. Kecepatan, dribel, dan visi permainannya seringkali menciptakan ruang dan peluang bagi rekan setimnya. De la Fuente bahkan menyebut bahwa saat ini publik sedang menyaksikan "versi dua-sekian" dari Lamine, mengindikasikan adanya peningkatan dalam permainannya yang lebih matang dan strategis, bukan hanya mengandalkan bakat mentah.

Pada usianya yang masih 18 tahun, Yamal telah mendapatkan pelajaran berharga mengenai "kematangan" dari berbagai tantangan yang dihadapinya sepanjang Piala Dunia. Ini termasuk menghadapi tekanan media, ekspektasi tinggi, dan taktik lawan yang lebih fokus untuk mematikannya. Ia juga tidak memerlukan motivasi tambahan; justru terkadang intensitasnya perlu ditenangkan. De la Fuente menyoroti bahwa Yamal sangat termotivasi dan ingin melakukan banyak hal, terkadang terlalu banyak, sehingga perlu bimbingan untuk menyalurkan energinya secara efektif. Manajer Spanyol secara khusus memuji ketenangan dan motivasi yang ditunjukkan oleh Lamine Yamal, yang menunjukkan mentalitas seorang profesional sejati meskipun usianya masih sangat muda.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

  De la Fuente menekankan bahwa Yamal siap untuk tampil terbaik dan secara motivasi telah siap untuk menghadapi tahap krusial Piala Dunia. Ia juga tidak khawatir dengan kurangnya gol Yamal, karena sang pemain telah membuktikan nilainya dan "sangat lapar untuk menunjukkan identitas sepak bolanya di Piala Dunia." Kepercayaan pelatih ini sangat penting untuk perkembangan mental Yamal. "Dia akan tampil bagus di lini serang - itu sangat jelas. Dia memiliki potensi yang luar biasa. Dan, tentu saja, ini masih akan terwujud dalam beberapa hal," kata De La Fuente Namun, De la Fuente memperingatkan agar tidak membandingkan Yamal dengan legenda seperti Lionel Messi dan Diego Maradona, menyatakan bahwa hal itu akan menjadi "kesalahan terbesar." Ia menekankan bahwa Yamal masih dalam "proses pembentukan" dan memiliki "banyak kematangan di depannya."

Read Entire Article
Bisnis | Football |