Di Argentina, Nama Depan "Messi" Nyaris Mustahil, Kecuali Kasus Ini

5 hours ago 9

Liputan6.com, Jakarta - Di negara tempat Lionel Messi dielu-elukan, memberi nama depan "Messi" pada bayi justru terhalang aturan. Hukum sipil Argentina melarang penggunaan nama keluarga sebagai nama depan, sehingga bentuk penghormatan itu hampir mustahil dilakukan, dilansir dari Yahoo Sports.

Namun, ada satu bocah yang berhasil mencatatkan pengecualian: Messi David Varela. Orang tuanya, Hector Varela dan Lorena Sanchez, memperoleh dispensasi dari kantor catatan sipil Provinsi Río Negro pada 2014.

Di luar kasus langka tersebut, data Registrasi Nasional Argentina per Juni 2025 mencatat hanya ada 11 orang—warga negara atau penduduk asing yang sah—yang menggunakan Messi sebagai nama depan. Seluruhnya berusia 19 tahun atau lebih muda.

Pengecualian Di Río Negro: Messi David Varela

Kisah ini bermula pada 2014 ketika pasangan Hector Varela dan Lorena Sanchez hendak mendaftarkan kelahiran putra pertama mereka. Mereka sengaja memilih nama depan Messi untuk menghormati Lionel Messi. Pilihan itu berbenturan dengan undang-undang Argentina yang telah berlaku sejak 1969 dan melarang pemakaian nama belakang sebagai nama depan.

Pasangan tersebut kemudian mengajukan permohonan khusus ke kantor catatan sipil di Provinsi Río Negro. Permohonan dikabulkan, sehingga sang anak resmi bernama lengkap Messi David Varela.

Dalam wawancara radio pada September 2014, Hector menjelaskan alasan mereka nekat melawan arus penamaan yang umum di Argentina.

"Kami ingin membuat sebuah pernyataan," ujar Hector.

Menurut Hector, ia dan Lorena memilih "Messi" karena sudah terlalu banyak anak yang menggunakan Lionel atau Leo untuk menghormati sang megabintang.

Setelah kasus itu, sejumlah calon orang tua di Provinsi Santa Fe ikut mengajukan permohonan serupa. Kepala kantor catatan sipil setempat langsung menolak sambil mengingatkan larangan penggunaan nama keluarga sebagai nama depan karena berpotensi menimbulkan kebingungan.

Pengacara asal Buenos Aires, Santiago Williams, menegaskan aturan penamaan tersebut berlaku secara nasional, meski penerapannya bisa berbeda antardaerah.

"Undang-undangnya bersifat nasional dan berlaku seragam, tidak berbeda di setiap daerah. Yang berbeda adalah seberapa ketat kantor catatan sipil di masing-masing provinsi menerapkannya. Kasus Messi menjadi contoh nyata karena satu provinsi mengizinkannya, sementara provinsi lain pada waktu yang hampir bersamaan justru menolak permohonan serupa," kata Williams kepada Yahoo Sports.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Kelangkaan nama depan "Messi" di Argentina kontras dengan situasi di negara lain. Di Amerika Serikat tercatat ada 205 orang bernama depan Messi, sekitar 265 orang di Prancis, 363 orang di Brasil, dan bahkan mencapai 3.402 orang di Peru. Di Argentina sendiri, penghormatan terhadap Messi kerap diwujudkan lewat mural, lagu, hingga tato wajah, tanda tangan, atau nomor punggungnya. Namun, menjadikan "Messi" sebagai nama depan tetap sulit karena rambu hukum yang masih berlaku. Popularitas Messi terus terdongkrak di Piala Dunia 2026. Hingga jelang perempat final, pemain berusia 39 tahun itu mencetak delapan gol dan satu assist dalam lima pertandingan, membawa Argentina ke delapan besar.

Read Entire Article
Bisnis | Football |