Kontroversi Piala Dunia 2026: Wasit Somalia Ditolak Masuk Amerika Serikat Karena Terkait Kelompok Teroris?

9 hours ago 10

Liputan6.com, Jakarta - Polemik menjelang Piala Dunia 2026 kembali mencuat setelah seorang wasit FIFA asal Somalia, Omar Artan, ditolak masuk ke Amerika Serikat meski telah mengantongi visa resmi untuk bertugas di turnamen tersebut.

Pejabat Amerika Serikat pada Rabu (10/6) mengungkapkan bahwa keputusan menolak kedatangan Artan berkaitan dengan dugaan hubungan dengan individu yang dicurigai memiliki keterkaitan dengan organisasi teroris.

Informasi tersebut disampaikan oleh seorang pejabat yang enggan disebutkan namanya karena kasus tersebut berada dalam lingkup aturan privasi visa.

Sebelumnya, Direktur Eksekutif White House FIFA Task Force, Andrew Giuliani, juga mengonfirmasi bahwa Artan memang ditolak masuk ke wilayah AS. Namun, ia hanya menyebut keputusan itu diambil karena "alasan yang sangat kuat" tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

Ditahan dan Diinterogasi 11 Jam di Bandara Miami

Menurut keterangan resmi U.S. Customs and Border Protection (CBP), Artan ditolak masuk setibanya di Bandara Internasional Miami pada Sabtu lalu karena adanya masalah dalam proses pemeriksaan keamanan atau vetting concerns.

Padahal, wasit berusia 31 tahun itu baru saja memperoleh visa perjalanan ke Amerika Serikat pekan lalu melalui Kedutaan Besar Somalia di Kenya.

Dalam wawancara dengan The New York Times, Artan mengaku menjalani pemeriksaan intensif selama sekitar 11 jam setelah mendarat di Miami. Selama interogasi, petugas perbatasan menanyakan tujuan kedatangannya, pandangannya mengenai politik Somalia, hingga hubungannya dengan kelompok militan Al-Shabaab yang selama ini terlibat konflik bersenjata dengan pemerintah Somalia.

Artan mengatakan dirinya telah menunjukkan dokumen resmi FIFA serta berbagai bukti karier profesionalnya sebagai wasit internasional. Namun, hal itu tidak mengubah keputusan otoritas imigrasi AS.

Usai pemeriksaan panjang tersebut, ia ditempatkan di ruang tahanan sementara sebelum akhirnya dipulangkan menggunakan penerbangan menuju Istanbul, kota yang menjadi titik transitnya sebelum tiba di Amerika Serikat.

"Saya rasa mereka memiliki masalah dengan negara asal saya," kata Artan kepada The New York Times. Ia menegaskan bahwa seluruh dokumen perjalanan dan visa yang dimilikinya sah serta masih berlaku.

Terancam Gagal Catat Sejarah di Piala Dunia

Kasus ini menjadi sorotan besar karena Artan sebenarnya tengah berada di ambang sejarah sepak bola Somalia. Namanya masuk dalam daftar final perangkat pertandingan Piala Dunia 2026 yang diumumkan FIFA dua bulan lalu.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Penunjukan tersebut membuatnya berpeluang menjadi wasit pertama asal Somalia yang memimpin pertandingan di ajang Piala Dunia. Prestasinya juga tidak bisa dianggap remeh. Pada 2025, Artan dinobatkan sebagai Wasit Pria Terbaik Afrika berkat performa konsistennya dalam berbagai turnamen internasional. Sesuai jadwal, ia seharusnya bergabung dengan kelompok wasit Piala Dunia lainnya di pusat pelatihan resmi FIFA yang berlokasi di Miami sebelum turnamen dimulai. FIFA menegaskan bahwa proses imigrasi sepenuhnya berada di bawah kewenangan pemerintah Amerika Serikat. Federasi sepak bola dunia itu mengaku telah menerima pemberitahuan dari otoritas AS bahwa status Artan "untuk saat ini tidak mengalami perubahan."

Read Entire Article
Bisnis | Football |