Kepemimpinan Granit Xhaka Antar Swiss ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026

16 hours ago 16

Liputan6.com, Jakarta - Timnas Swiss memastikan langkah mereka ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 dengan cara meyakinkan. Kemenangan 2-1 atas Kanada di BC Place, Vancouver, Kamis (25/6/2026) dini hari WIB, membawa La Nati finis sebagai juara Grup B.

Di balik keberhasilan Swiss mengamankan posisi puncak, sosok Granit Xhaka kembali menunjukkan perannya sebagai pemimpin tim. Sang kapten tampil dominan dalam mengatur tempo permainan dan menjaga keseimbangan lini tengah Swiss.

Pertandingan melawan Kanada berjalan ketat sejak awal hingga menit-menit akhir. Swiss mampu bertahan dari tekanan lawan dan memastikan tiga poin penting untuk menutup fase grup dengan hasil sempurna.

Sementara itu, Kanada tetap melaju ke babak 32 besar meski menelan kekalahan. Status sebagai runner-up Grup B membuat salah satu tuan rumah Piala Dunia 2026 tersebut tetap menjaga perjalanan mereka di turnamen.

Granit Xhaka Jadi Pengendali Permainan Swiss

Kemenangan atas Kanada memperlihatkan betapa pentingnya peran Xhaka dalam permainan Swiss. Pemain yang dikenal memiliki kemampuan membaca pertandingan itu menjadi penghubung utama antara lini belakang dan lini serang.

Xhaka tidak hanya bertugas memutus serangan lawan, tetapi juga membantu Swiss mengontrol aliran bola. Kemampuannya memperlambat tempo ketika diperlukan membuat Kanada kesulitan menemukan ritme permainan.

Pandit BBC Sport, Dion Dublin, menilai kepemimpinan Xhaka menjadi salah satu faktor utama kemenangan Swiss. Menurutnya, pengalaman dan kontrol permainan sang gelandang membuat Swiss mampu menghadapi ancaman Kanada.

"Yang saya sukai dari pertandingan ini adalah kedua tim akan memenangkan pertandingan dan tidak ada yang bermain bertahan sama sekali," kata pandit BBC Sport, Dion Dublin.

"Kepemimpinan Granit Xhaka terlihat jelas. Kanada sangat berbahaya saat melakukan serangan balik dan mereka memiliki serangan balik yang sangat berbahaya," sambungnya.

Swiss Lolos sebagai Juara Grup, Xhaka Buktikan Pengaruhnya

Swiss menunjukkan mental kuat dalam pertandingan terakhir Grup B. Mereka tetap tenang menghadapi tekanan Kanada dan mampu menjaga keunggulan hingga peluit akhir berbunyi.

Dion Dublin juga menyoroti bagaimana Xhaka mampu mengendalikan jalannya pertandingan melalui penguasaan bola. Ia menilai kontribusi Xhaka membuat Kanada gagal mengembangkan permainan terbaik mereka.

"Mereka terlambat mengambil keputusan, dan saya pikir hasilnya sudah ideal," ulasa eks penyerang Timnas Inggris.

"Granit Xhaka bisa memperlambat permainan dengan banyaknya sentuhan bola yang ia dapatkan, dan ia memastikan Kanada tidak bisa menemukan ritme permainan mereka," kata Dion Dublin.

Sumber: BBC Sport

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Faktor Carlo Ancelotti di Balik Lolosnya Brasil ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026

Read Entire Article
Bisnis | Football |