Kementerian ESDM Siapkan Deregulasi PLTS, Target 100 GW

3 hours ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah menyiapkan deregulasi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) guna mempercepat pengembangan energi baru terbarukan (EBT) sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi ESDM, Eniya Listiani Dewi, mengatakan kebijakan ini bertujuan menyederhanakan aturan pemanfaatan PLTS agar lebih fleksibel.

"Kita saat ini sedang melakukan pembahasan deregulasi PLTS, jadi mungkin saja ke depan kita tidak usah berbicara mau itu (PLTS) atap, mau itu floating, mau itu ground-mounted, tetapi semua PLTS yang ada bisa dipakai sebagai sumber energi yang dibangkitkan oleh kita sendiri," ujarnya dikutip dari Antara, Selasa (21/4/2026).

Langkah deregulasi ini diharapkan mampu mempercepat pemanfaatan energi surya di berbagai sektor, baik industri maupun masyarakat.

Selain itu, kebijakan ini juga sejalan dengan upaya pemerintah untuk memperluas penggunaan energi bersih dan mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil.

Target PLTS Nasional Tembus 100 GW

Pengembangan PLTS telah masuk dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PT PLN (Persero) hingga 2034, dengan target kapasitas mencapai 17,1 gigawatt (GW).

Namun, pemerintah menargetkan kapasitas PLTS nasional dapat meningkat lebih jauh hingga 80-100 GW, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.

"Target pengembangan PLTS nasional akan mencapai 80 hingga 100 GW. Target ambisius ini diharapkan tidak hanya berfokus pada peningkatan kapasitas energi, tetapi juga pada penciptaan permintaan (demand creation)," kata Eniya.

Saat ini, kapasitas terpasang PLTS nasional baru mencapai sekitar 1,5 GW, dengan kontribusi PLTS atap sebesar 895 megawatt (MW).

Dorong Industri dan Ciptakan Ratusan Ribu Lapangan Kerja

Deregulasi PLTS juga diyakini akan memberikan dampak luas bagi perekonomian nasional, termasuk mendorong pertumbuhan industri energi surya dalam negeri.

Menurut Eniya, pengembangan PLTS dapat menciptakan efek berganda (multiplier effect), mulai dari peningkatan investasi hingga penguatan daya saing industri nasional.

"Kami menghitung setidaknya ada 760 ribu pekerjaan baru yang bisa tercipta dari program PLTS ini," ujarnya.

Ke depan, pemerintah juga akan memperluas penggunaan teknologi fotovoltaik tidak hanya pada atap bangunan, tetapi juga di berbagai sektor lain.

Pemanfaatan PLTS direncanakan mencakup area ground-mounted, fasilitas kesehatan seperti puskesmas, hingga mendukung pengembangan kendaraan listrik.

Dengan strategi ini, pemerintah berharap energi surya dapat menjadi tulang punggung transisi energi sekaligus membuka peluang ekonomi baru di Indonesia.

Read Entire Article
Bisnis | Football |