Kebijakan WFH ASN, Penumpang LRT Jabodebek Turun 10%

7 hours ago 10

Liputan6.com, Jakarta - Jumlah pengguna LRT Jabodebek mengalami penurunan signifikan pada hari pertama penerapan kebijakan kerja dari rumah atau work from home (WFH). Penurunan ini tercatat mencapai sekitar 10 persen dibandingkan hari sebelumnya.

Manager Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, menjelaskan bahwa kebijakan WFH bagi aparatur sipil negara (ASN) berdampak langsung terhadap volume penumpang, terutama pada jam sibuk.

"Penurunan volume pengguna LRT Jabodebek ini merupakan dampak langsung dari kebijakan kerja WFH bagi ASN, khususnya pada jam sibuk," ujarnya dikutip dari Antara, Sabtu (11/4/2026).

Data menunjukkan, pada Jumat (10/4/2026), jumlah pengguna LRT Jabodebek tercatat sebanyak 106.301 orang. Angka ini menurun dibandingkan Kamis (9/4/2026) yang mencapai 118.505 pengguna, atau berkurang sekitar 12.204 penumpang.

Penurunan ini mencerminkan perubahan pola mobilitas masyarakat, terutama pekerja yang biasanya menggunakan transportasi publik untuk menuju perkantoran.

Stasiun Perkantoran Alami Penurunan Terbesar

Penurunan volume penumpang paling signifikan terjadi di stasiun-stasiun yang berada di kawasan perkantoran dan titik integrasi transportasi.

Stasiun Kuningan mencatat penurunan terbesar, yakni 2.246 pengguna, dari 12.530 penumpang menjadi 10.284 penumpang.

Selanjutnya, Stasiun Dukuh Atas mengalami penurunan sebesar 1.095 pengguna, dari 16.954 menjadi 15.859 penumpang. Sementara Stasiun Rasuna Said mencatat penurunan 1.052 pengguna, dari 7.621 menjadi 6.659 penumpang.

Radhitya menyebut tren penurunan ini juga terlihat di sejumlah stasiun lain yang dekat dengan perkantoran, seperti Setiabudi, Cikoko, dan Pancoran.

Kondisi ini memperlihatkan bahwa kebijakan WFH secara langsung mengurangi mobilitas pekerja di pusat-pusat bisnis Jakarta.

Operasional Tetap Normal, LRT Jaga Layanan

Meski jumlah penumpang menurun, operasional LRT Jabodebek tetap berjalan normal. Pada Jumat (10/4), KAI tetap mengoperasikan pola perjalanan hari kerja (weekday) dengan total 430 perjalanan.

Seluruh fasilitas stasiun dan petugas tetap disiagakan untuk memastikan pelayanan optimal bagi pengguna yang masih beraktivitas.

“KAI akan terus hadir mendukung mobilitas masyarakat, dan memastikan setiap perjalanan LRT Jabodebek mengedepankan aspek keselamatan serta kenyamanan bagi seluruh pengguna,” kata Radhitya.

KAI menegaskan komitmennya untuk tetap menjadi solusi transportasi publik yang efisien, tepat waktu, dan terintegrasi, meski terjadi perubahan pola perjalanan akibat kebijakan WFH.

Read Entire Article
Bisnis | Football |