Italia vs Irlandia Utara: Gennaro Gattuso Siapkan Skenario Adu Penalti!

4 hours ago 12

Liputan6.com, Jakarta - Timnas Italia tidak ingin menyisakan celah sedikit pun dalam persiapan mereka menghadapi Irlandia Utara.

Menjelang laga semifinal playoff Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Stadion Atleti Azzurri d’Italia, Jumat (27/3/2026) pukul 02.45 WIB, skuad asuhan Gennaro Gattuso terpantau menggelar latihan khusus adu penalti.

Langkah antisipasi ini diambil untuk menghindari risiko kebuntuan selama waktu normal dan babak perpanjangan waktu. Mengingat format fase gugur yang sangat krusial, kesalahan sekecil apa pun dapat mengubur impian Italia untuk terbang ke Amerika Serikat tahun depan.

Pemenang laga ini nantinya akan berhadapan dengan Wales atau Bosnia-Herzegovina demi satu tiket final kualifikasi.

Mateo Retegui Ditunjuk Sebagai Eksekutor Utama

Dalam sesi latihan tersebut, setiap pemain diminta melakukan tiga kali percobaan tendangan penalti untuk mengasah ketajaman dan mentalitas. Gattuso mengonfirmasi bahwa penyerang Al-Qadsiah, Mateo Retegui, tetap dipercaya sebagai algojo utama Gli Azzurri jika terjadi drama titik putih.

"Kami berlatih kemarin, semua orang melakukan masing-masing tiga penalti, jadi kami tahu ini adalah kemungkinan," ujar Gattuso.

Ia juga menegaskan posisi Retegui sebagai pengambil penalti utama berdasarkan performa terkini. "Mateo Retegui telah mengambil penalti terbaru, dia adalah eksekutor kami."

Retegui memiliki catatan meyakinkan saat mengeksekusi penalti melawan Israel, meskipun ia sempat gagal mencetak skor dari titik dua belas pas saat bertandang ke markas Estonia pada kualifikasi tahun lalu.

Memori Manis dan Modal Mentalitas Juara

Persiapan adu penalti ini juga didukung oleh sejarah panjang Italia dalam drama adu penalti internasional. Italia memiliki memori manis saat memenangi dua babak krusial pada Euro 2020 melawan Spanyol dan Inggris, yang membawa mereka menjadi juara di tanah Britania Raya.

Rekor ini menunjukkan transformasi mentalitas yang drastis dibandingkan era 1980-an, di mana Italia sempat menderita empat kekalahan penalti beruntun.

Puncak kejayaan mentalitas Italia terjadi pada final 2006 saat mereka menumbangkan Prancis untuk mengunci gelar juara dunia.

Pengalaman dari para pemain senior dan sejarah ikonik tersebut kini menjadi inspirasi bagi generasi baru di bawah arahan Gattuso untuk tetap tangguh dalam tekanan di Bergamo.

Pemain Real Madrid Jadi Rebutan MU, Liverpool, dan Juventus

Read Entire Article
Bisnis | Football |