Iran Bergerak Tutup Selat Hormuz Usai Serangan AS dan Israel

5 hours ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Iran dilaporkan mengambil langkah untuk menutup Selat Hormuz menyusul serangan rudal yang dilakukan Amerika Serikat (AS) dan Israel pada Sabtu. Kapal-kapal di kawasan Teluk sudah menerima siaran radio frekuensi tinggi dari Garda Revolusi Iran yang memperingatkan bahwa kapal tidak akan diizinkan melintasi jalur perairan strategis tersebut.

Dikutip dari Gulfnews, Sabtu (28/2/2026), Selat Hormuz yang terletak di Teluk Arab merupakan jalur pelayaran vital bagi sekutu Amerika Serikat dan pasar energi global. Ketegangan di kawasan ini meningkat tajam setelah serangan militer terhadap Iran.

Iran berada di sisi utara Selat Hormuz dan mengendalikan sejumlah titik akses utama menuju jalur tersebut. Posisi geografis ini memberi Teheran pengaruh besar terhadap lalu lintas energi dunia, termasuk ekspor minyaknya sendiri.

Sekitar 20 persen konsumsi minyak dunia melewati Selat Hormuz. Angka tersebut menjadikan jalur ini sebagai salah satu arteri paling penting dalam perdagangan energi global.

Langkah Iran untuk membatasi atau menutup akses Selat Hormuz berpotensi memicu gejolak besar di pasar minyak dan meningkatkan risiko gangguan pasokan energi dunia.

Media Iran: Serangan AS-Israel Hantam Sekolah, 40 Anak Tewas

Sebelumnya, jumlah korban tewas akibat serangan gabungan Israel dan Amerika Serikat (AS) di sebuah sekolah putri di wilayah selatan Iran pada Sabtu (28/2/2026) dilaporkan sedikitnya 40 orang. Informasi tersebut disampaikan oleh kantor berita pemerintah Iran, IRNA, seperti dikutip Associated Press.

Mengutip laporan Middle East Eye, serangan itu menghantam Sekolah Dasar Shajareh Tayyebeh yang terletak di Kota Minab, Provinsi Hormozgan, Iran selatan. 

Selain menewaskan sedikitnya 40 orang, serangan juga menyebabkan setidaknya 45 orang lainnya mengalami luka-luka. 

Hingga saat ini, belum ada rincian lebih lanjut mengenai identitas para korban maupun kondisi terkini para korban luka. Pihak berwenang setempat juga belum mengungkapkan waktu pasti terjadinya serangan tersebut.

Kota Minab diketahui memiliki pangkalan milik Garda Revolusi Iran, pasukan paramiliter yang berperan penting dalam sistem pertahanan negara tersebut. Namun, belum ada keterangan resmi yang menjelaskan apakah keberadaan pangkalan tersebut berkaitan langsung dengan serangan yang terjadi di sekolah putri itu.

Balasan Rudal Iran

Sementara itu, baik pemerintah AS maupun Israel belum memberikan keterangan atau rincian resmi terkait operasi militer mereka.

Dalam perkembangan terpisah, serpihan dari serangan balasan rudal Iran ke ibu kota Uni Emirat Arab dilaporkan menewaskan satu orang pada Sabtu. Informasi itu disampaikan oleh kantor berita negara Uni Emirat Arab, WAM.

Korban jiwa tersebut merupakan yang pertama diketahui dalam serangan balasan Iran.

Belum ada informasi tambahan mengenai lokasi spesifik di ibu kota Uni Emirat Arab yang terdampak serpihan rudal tersebut maupun identitas korban. Pihak berwenang setempat juga belum mengumumkan jumlah korban luka dalam insiden tersebut.

Read Entire Article
Bisnis | Football |