IPO di BEI Terus Bergulir, Airlangga Sebut Kepercayaan Investor Tetap Kuat

5 hours ago 8

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah menilai aktivitas penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) yang terus berlangsung di Bursa Efek Indonesia (BEI) menjadi indikator positif terhadap kepercayaan dunia usaha dan investor kepada pasar modal nasional. Kondisi tersebut juga dinilai memperkuat upaya pendalaman pasar modal sebagai sumber pembiayaan jangka panjang bagi dunia usaha.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan keberlanjutan aktivitas IPO menunjukkan optimisme pelaku usaha terhadap prospek ekonomi Indonesia yang tetap terjaga di tengah dinamika pasar keuangan.

"Selamat dan pecah telur bagi Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) yang baru, ini IPO pertama kali (sejak menjabat)," ujar Airlangga saat menghadiri Pembukaan Perdagangan Bursa Efek Indonesia sekaligus Pencatatan Perdana Saham PT Niramas Utama Tbk (JELI) dikutip dari keterangan tertulis, Rabu (8/7/2026).

Menurut Airlangga, pencatatan saham perdana PT Niramas Utama Tbk menjadi IPO kedua di Indonesia sepanjang 2026. Kehadiran emiten baru di tengah volatilitas pasar saham mencerminkan masih kuatnya kepercayaan pelaku usaha terhadap kondisi ekonomi nasional.

Ia menambahkan, pada triwulan I 2026 ekonomi Indonesia mampu tumbuh 5,61%. Kinerja tersebut ditopang konsumsi domestik yang tetap kuat, peningkatan investasi, serta berbagai reformasi yang terus dilakukan pemerintah untuk memperbaiki iklim usaha.

Motor Utama Pertumbuhan Ekonomi

Airlangga mengatakan industri makanan dan minuman masih menjadi salah satu motor utama pertumbuhan ekonomi nasional. Pada triwulan I 2026, sektor tersebut memberikan kontribusi sebesar 7,31% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 7,20%.

Selain kontribusinya terhadap PDB, industri makanan dan minuman juga tumbuh 7,04% pada awal tahun. Pertumbuhan tersebut didorong meningkatnya permintaan masyarakat selama periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

Dari sisi investasi, sektor ini juga mencatatkan kinerja yang positif. Realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) mencapai Rp 10,48 triliun, sedangkan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencapai Rp 16,34 triliun pada triwulan I 2026.

Menurut pemerintah, capaian tersebut menunjukkan minat investor terhadap sektor riil masih tinggi. Kondisi itu juga mencerminkan daya beli masyarakat yang tetap terjaga serta iklim investasi Indonesia yang dinilai masih kondusif di tengah tantangan ekonomi global.

Lanjutkan Reformasi

Pemerintah juga terus memperkuat reformasi di sektor pasar modal guna meningkatkan daya saing industri keuangan sekaligus menjaga kepercayaan investor. Salah satu indikatornya adalah keputusan lembaga penyedia indeks global MSCI yang kembali mempertahankan Indonesia dalam kategori Emerging Market pada evaluasi Juni 2026.

Ke depan, pemerintah bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia akan melanjutkan berbagai reformasi melalui peningkatan transparansi, tata kelola perusahaan, serta perlindungan investor.

Langkah tersebut diharapkan mampu memperdalam pasar modal Indonesia, memperluas akses pembiayaan bagi dunia usaha, dan memperkuat kontribusi sektor keuangan terhadap pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Airlangga optimistis aktivitas IPO akan terus berlanjut dalam beberapa waktu ke depan. Menurut dia, masih ada sejumlah perusahaan yang bersiap melantai di Bursa Efek Indonesia.

"Jadi ada enam emiten yang selanjutnya akan mencatatkan saham perdananya," pungkas Airlangga.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Read Entire Article
Bisnis | Football |