Indonesia Bertekad Pertahankan Peringkat Pertama Dunia Woodball

21 hours ago 22

Liputan6.com, Jakarta - Pengurus Besar Perkumpulan Woodball Indonesia (PB IWbA) bakal terus melakukan regenerasi atlet. Woodball Indonesia punya ambisi besar untuk terus menguasai ranking dunia atlet woodball.

“Regenerasi Kuat, Prestasi Hebat” menjadi tema utama Rapat Kerja Nasional PB IWbA 2026 yang digelar di Kantor NOC Indonesia, Senayan, pada Selasa (12/5/2026). Ketua umum PB IWbA Aang Sunadji tak ingin Indonesia kehilangan dominasi di woodball dunia hanya karena telat regenerasi.

Jika sebelumnya didominasi atlet senior, kini regenerasi mulai terlihat signifikan dengan munculnya atlet-atlet muda dari kalangan pelajar hingga mahasiswa.

“Banyak atlet muda sudah siap tampil di kejuaraan dunia. Ini yang harus dijaga agar prestasi woodball Indonesia di level dunia tidak terputus,” ujar Aang kepada wartawan usai Rakernas.

Seperti diketahui, peringkat satu dunia woodball dikuasai pemain Indonesia baik putra maupun putri. Di kategori putra, Ahris Sumariyanto menjadi pemain nomor satu dunia woodball, disusul Susilo Marga Nugraha di urutan keempat dan I Putu Ari Kuncoro yang ada di peringkat kelima.

Sedangkan untuk kategori putri, Siti Masitah menempati peringkat satu dunia dengan Finda Tri Setianingrum di peringkat kedua.

Regenerasi Tetap Jaga Prestasi

Dengan regenerasi yang berjalan baik, woodball Indonesia ingin dominasi ranking dunia ini bisa terus terjaga. IWbA ingin Indonesia kembali menempati posisi satu ranking dunia woodball meski dengan pemain berbeda.

"Tahun 2025 kita sudah mendapatkan peringkat satu dunia untuk putra dan putri. Ranking dunia nomor satu itu putra-putri kan Indonesia, jadi kita berharap di 2026 ini kita masih bisa mempertahankan itu, walaupun mungkin atletnya ganti, tapi paling nggak tetap nomor satunya dari Indonesia," sambung Aang.

IWbA tidak ingin bernasib sama seperti Vietnam dan Jepang yang kehilangan taring di woodball karena telat regenerasi.

"Regenerasi penting karena yang tadi saya bilang, kita kehilangan Vietnam, kita kehilangan Jepang, selanjutnya Korea, ini udah tinggal kakek-kakek semua yang datang terus habis dong," tutur Aang.

Standar Teknis Permainan Woodball

Selain pembinaan, PB IWbA juga menyoroti pentingnya standar teknis pertandingan, khususnya terkait kondisi lapangan. Evaluasi dilakukan menyusul hasil yang belum maksimal di ajang multi-event seperti SEA Games. Hasilnya, Indonesia akan mendorong standarisasi lapangan dalam forum General Assembly International Woodball Federation pada November mendatang di Taiwan.

“Standar lapangan harus jelas agar kompetisi berlangsung adil, terutama untuk kondisi lapangan yang tidak rata. Sebab itu, kami akan menyuarakan ini ke Federasi Internasional nanti supaya hasilnya bisa adil untuk semua,” jelas Aang. Sementara itu, Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia, Raja Sapta Oktohari, mengapresiasi perkembangan woodball Indonesia yang sangat baik dan mampu berprestasi meski belum menjadi olahraga populer. Okto, sapaan karib Raja Sapta Oktohari menegaskan pentingnya peran aktif pengurus dalam pembinaan serta diplomasi internasional untuk menjaga eksistensi woodball di multievent, bahkan mendorong peluang masuk ke Asian Games. “Woodball mungkin belum familiar, tapi mampu konsisten menyumbang prestasi di level internasional. Ini bukti kerja federasi berjalan baik. Kita harus proaktif, baik dalam pembinaan maupun di level internasional, agar kepentingan Indonesia terus terjaga,” tutup Okto.

Read Entire Article
Bisnis | Football |