Harga Plastik Mahal di Jakarta, Pemprov Waspadai Dampak ke Harga Makanan dan Minuman

15 hours ago 12

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menerima keluhan dari para pedagang, khususnya pelaku usaha makanan dan minuman (mamin), terkait kenaikan harga plastik kemasan yang signifikan. Plastik masih menjadi kebutuhan operasional harian yang sulit digantikan dalam waktu singkat.

Dinas PPKUKM DKI Jakarta mengungkapkan, kenaikan harga plastik mulai terjadi sejak akhir Maret 2026 dan berlanjut hingga awal April 2026.

“Berdasarkan pemantauan dan temuan kami di lapangan, kenaikan harga plastik ini terjadi sejak akhir Maret 2026 bersamaan dengan pecahnya konflik geopolitik di Iran, dan berlanjut hingga awal April 2026 ini,” ungkap mereka dalam keterangan resmi, dikutip Sabtu (11/4/2026).

Secara umum, harga plastik di Jakarta mengalami kenaikan sekitar 30% hingga 40%. Kenaikan ini terjadi pada berbagai jenis plastik, mulai dari kantong kresek, plastik kemasan makanan dan minuman berbahan polyethylene terephthalate (PET), hingga plastik polyethylene (PE).

Kondisi ini membuat pelaku usaha, terutama UMKM di sektor kuliner, mulai merasakan tekanan biaya operasional yang meningkat.

Kenaikan Tertinggi di Jakarta Barat dan Utara

Dari sisi jenis, kantong kresek mengalami kenaikan paling signifikan, yakni sekitar 40% menjadi Rp 17.000 per pak. Sementara plastik kemasan PET naik sekitar 35% menjadi Rp 22.000 per pak, dan plastik PE meningkat sekitar 30% menjadi Rp 21.000 per pak.

Secara wilayah, Jakarta Barat dan Jakarta Utara menjadi daerah dengan kenaikan harga paling tinggi. Adapun Jakarta Selatan relatif lebih stabil dibanding wilayah lainnya.

Kenaikan harga ini dinilai dipengaruhi oleh tekanan pada sisi pasokan dan distribusi, serta kemungkinan meningkatnya permintaan pasar.

Pemprov DKI Jakarta menyebut lonjakan harga plastik tidak terlepas dari dinamika global, terutama konflik geopolitik di Timur Tengah yang berdampak pada rantai pasok bahan baku plastik.

Dampak Global dan Upaya Stabilisasi Harga

Ketergantungan industri plastik terhadap bahan baku dari Timur Tengah menjadi salah satu faktor utama kenaikan harga. Kawasan tersebut merupakan pusat produksi petrokimia dunia yang menghasilkan bahan seperti PE, PP, PET, dan PS.

Saat ini, produksi dalam negeri baru mampu memenuhi sekitar 40% kebutuhan bahan baku plastik nasional, sementara 60% sisanya masih bergantung pada impor dari negara seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, hingga Korea Selatan dan Singapura.

Menanggapi kondisi ini, Pemprov DKI Jakarta berkomitmen menjaga stabilitas harga dan menekan dampaknya terhadap inflasi.

“Sesuai arahan Bapak Gubernur, kami akan coba menjaga stabilisasi harga bahan baku plastik di Jakarta. Kami juga fokus menahan laju inflasi daerah khususnya dari sektor pangan dan kebutuhan dasar masyarakat,” jelas Dinas PPKUKM.

Langkah yang disiapkan antara lain memperkuat pemantauan harga di pasar dan distributor, menjaga ketersediaan pasokan, serta mengantisipasi dampak lanjutan terhadap harga makanan dan minuman yang dikonsumsi masyarakat.

Read Entire Article
Bisnis | Football |